Kekeringan Meluas, Warga Pandeglang Gunakan Air Sungai Kotor

  • Whatsapp
Akibat kekeringan, warga Kecamatan Saketi, Pandeglang, Banten menempuh jarak cukup jauh untuk mengambil air sungai yang kotor.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM  – Bencana kekeringan akibat kemarau panjang terus meluas melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten. Akibat kekeringan, banyak warga terpaksa menggunakan air sungai yang kotor untuk kebutuhan mandi dan mencuci.

Bencana kekeringan sudah hampir 6 bulan dirasakan warga Pandeglang. Sulitnya air bersih membuat warga harus ekstra keras dan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan kebutuhan air. Salah satunya menggunakan air sungai, walaupun kondisi air sungai tersebut kotor dan berbau tidak sedap.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dilakukan Karta, warga Desa Kadubera, Kecamatan Picung, Pandeglang, Banten, setiap harinya ia harus pergi ke sungai dengan jarak tempuh 1 kilometer dari rumahnya demi memenuhi kebutuhan air untuk mandi dan mencuci. Hal itu dilakukan Karta, karena terpaksa. Sebab dia sulit untuk mendapatkan air bersih.

“Terpaksa saya gunakan air sungai. Meski kotor, ya harus gimana lagi, karena tidak ada lagi sumber air yang bisa diandalkan selain sungai,” ungkap Karta saat ditemui sedang mengambil air dari Sungai Cikaduen di Desa Sukalangu, Kecamatan Saketi, Pandgelang, Selasa (17/9/2019).

BACA JUGA:

. Kekeringan di Pandeglang Meluas, Bupati Masih Cari Solusi

. Kekeringan di Pandeglang, Nenek Bungkuk pun Ikut Antre Air Bersih

. Hii Menjijikan, TPI Labuan Pandeglang Kumuh dan Kotor

Dikatakan Karta, selama musim kemarau ini, ia dan warga lainnya setiap hari mengambil air dari sungai. Adapun untuk kebutuhan minum, ia masih bisa membeli air galon dari agen air isi ulang.

“Tiap hari saya ambil air di sungai ini. Pagi, siang dan sore hari. Tapi kalau untuk minum kami beli air isi ulang,” katanya.

Diakuinya, yang menggunakan air sungai itu tidak hanya dirinya, melainkan warga yang lainpun banyak yang menggunakan air sungai. Baik warga yang ada di sekitaran sungai maupun warga dari luar kecamatan.

“Tidak hanya warga dari Kecamatan Picung yang menggunakan air sungai ini. Warga dari kecamatan lainpun yang jaraknya jauh juga datang ke sungai Cikaduen untuk mengambil air,” ujarnya.

Camat Picung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Pitoni mengakui, banyak warganya yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang. Bahkan sebagian warga harus menggunakan air sungai, meski pernah ada bantuan air dari pemerintah, namun tidak cukup hanya sekali.

“Karena sulitnya air bersih, warga terpaksa gunakan air sungai. Mudah-mudahan kemarau cepat berakhir dan warga tidak lagi kesulitan air,” harapnya. (Samsul Fatoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.