Kekeringan Landa Lebak Warga Terpaksa Begadang Antre Air

oleh -
Dampak kekeringan yang melanda Lebak hingga terjadi krisis air bersih membuat warga Calungbungur harus begadang antre mendapatkan air
Warga Sajira Kabupaten Lebak membersihkan sebuah irigasi yang kering kerontang saat krisis air akibat kekeringan yang melanda wilayah itu, Selasa.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM—Dampak kekeringan musim kemarau yang melanda Lebak, Banten, hingga terjadi krisis air bersih membuat warga Calungbungur, Sajira, harus begadang antre mendapatkan air.

Penduduk Desa Calungbungur Kecamatan Sajira tersebut saat malam terpaksa begadang antre air bersih di sumber-sumber mata air. Pasalnya sumur-sumur air bawah tanah maupun sumur pompa di rumah-rumah mereka tak ada airnya saat kekeringan yang memuncak sejak awal Agutus lalu.

“Sepekan terakhir ini  kami merasakan sangat kesulitan mendapatkan air buat keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK),  sumur bawah tanah pada kering,”ujar Ayung, salah satu warga, Selasa.

Kata Ayung, penduduk desanya memang sudah biasa jika musim kemarau mengalami krisis air bersih. Pasalnya, debit air sumur bawah tanah yang menjadi sumber mata air menyusut drastis, bahkan kalau siang hari kering.

“Untuk kebutuhan MCK, malam harinya warga  terpaksa begadaang antre di sumber mata air atau sumur-sumur air bawah tanah, kan kalau malam hari pasokan airnya ya lumayanlah ada,”tuturnya.

Di Sajira, selain di Calungbungur, desa seperti Mekarsari, Bungursari dan Paja juga rawan krisis air bersih saat musim kering.

Krisis air bersih juga melanda Kecamatan Gunungkencana. Rudi (50), warga Desa Bulakan Gunungkencana,  mengaku kesulitan memperoleh air bersih lantaran sumur yang biasanya jadi tumpuan kebutuhan air keluarganya kini  kering kerontang.

“Karena itu, kami di sini jika hendak hendak mendapatkan air bersih di saat kemarau seperti sekarang harus berjalan kaki ke lokasi mata air yang cukup jauh,”beber Rudi.

Namun, kata dia, bila memiliki uang bisa menggunakan jasa tukang ojeg dengan membeli air jerigen seharga Rp20.000 – Rp25.000 untuk memenuhi bak mandi berukuran 2X1,5 meter. “Kami berharap ada bantuan air bersih mobil tanki dari pemda ,” katanya.

Permohonan bantuan air bersih, menurut Maryo, petugas BPBD Kabupaten Lebak, bisa diajukan ke bupati, tapi harus diketahui kades dan camat setempat supaya  bisa dipertanggungjawabkan. “Bantuan ini gratis karena didanai APBD,” katanya.(Mansyur/Ant/Jaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.