Kekeringan di Pandeglang, Nenek Bungkuk pun Ikut Antre Air Bersih

oleh -
Jumaenah, nenek berumur 80 tahun membawa jeriken ikut antre air bantuan yang disalurkan Polres Pandeglang.

REDAKSI24.COM – Jumaenah (80), warga Kampung Kubang, Desa Surakarta, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten,  rela antri untuk mendapatkan air bersih bantuan dari Polres Pandeglang, Jumat (23/8/2019).

Dengan membawa jeriken, nenek renta dan sudah bungkuk itu (Jumaenah, red) terpaksa harus ikut rebutan air bersih. Maklum, sudah hampir tiga bulan desanya dilanda bencana kekeringan akibat musim kemarau. Sehingga membuatnya kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Nenek Jumaemah mengaku, kemarau yang sudah berlangsung lama membuat sumber mata air sumur gali miliknya tidak lagi mengeluarkan air. Sehingga ia harus ikut berjalan kaki mengambil air dari Sungai Cisata yang jaraknya mencapai 1 kilometer dari rumahnya.

“Sudah lama kami kesulitan air bersih. Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, kami harus pergi ke sungai yang jaraknya cukup jauh,” ungkapnya.

Juamenah mengaku air sungai yang biasa digunakannya setiap hari kondisinya kotor, tidak bisa digunakan untuk minum, hanya untuk mandi dan cuci pakaian. Sementara untuk kebutuhan minum, nenek bungkuk itu mengaku harus membeli air isi ulang.

“Kalau buat minum Nenek beli, harganya Rp 5 ribu,” ujar perempuan hamper satu abad itu.

BACA JUGA:

. Polres Pandeglang Kucurkan Air Bersih Bagi Warga Korban Kekeringan

. Pemprov Banten Belum Inventarisir Dampak Kekeringan

. Di Pandeglang, Warga Berebut Air Bantuan

Menurutnya, adanya bantuan air bersih tersebut cukup membantu kebutuhan air bersihnya. Sehingga untuk minum dan memasak nasi, ia tidak harus membeli ke gerai air isi ulang.

“Kami sangat berterimaksih kepada bapak Polisi yang sudah memberikan air bersih. Semoga krisis air bersih ini cepat berakhir, agar kami tidak kewalahan mencari air bersih,” katanya.

Sementara Camat Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, Marda mengaku kekeringan yang melanda wilayahnya cukup parah. Ada sebanyak 10 desa dari 13 desa yang dilanda kekeringan, yang lebih parah, bencana kekeringan terjadi di Desa Surakarta, Harapan Karya dan Bulagor.

“Sebagian besar warga kami sedang krisis air bersih. Dengan adanya bantuan air, sangat membantu kebutuhan air warga kami,” ujarnya.(Samsul/Difa)