Kekeringan di Pandeglang Meluas, Bupati Masih Cari Solusi

  • Whatsapp
Bupati Pandeglang, Irna Narulita memberi penejlasan kepada wartawan terkait dampak musim kemarau.

REDAKSI24.COM – Bencana kekeringan akibat dampak kemarau panjang di Kabupaten Pandeglang, Banten, kian meluas. Hingga saat ini tercatat sebanyak 11 dari 35 kecamatan di kota badak itu dilanda kekeringan. Akibatnya, selain lahan pertanian, warga juga mengalami krisis air bersih.

Sejauh ini, Pemkab Pandeglang terus berupaya menanggulangi krisis air bersih yang dialami warganya di sejumlah kecamatan. Salah satunya dengan cara menyalurkan bantuan air bersih ke kecamatan terdampak kekeringan tersebut.

Bacaan Lainnya

Pemkab Pandeglang masih mencari solusi jangka panjang dalam meminimalisir terjadinya krisis air bersih. Sebab, krisis air bersih yang dialami warga, menjadi langganan setiap musim kemarau.

Bupati Pandeglang, Banten, Irna Narulita mengatakan, perlu dilakukan adanya penanggulangan secara bersama agar warga tidak lagi kesulitan air bersih pada setiap musim kemarau. Artinya, kata dia, penanganan kekeringan tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemkab Pandeglang.

“Penyaluran air bersih kepada warga yang kekeringan masih terus kami lakukan. Perlu ada penanganan secara bersama untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi kekeringan,” ungkap Irna kepada wartawan, Kamis (29/8/2019).

Saat ini, kata Irna, dari 11 kecamatan yang menjadi langganan kekeringan, 3 diantaranya yang memiliki sumur artesis. Sumur artesis tersebut mampu membantu warga dalam mengatasi krisis air bersih saat musim kemarau.

“Sumur artesis perlu dibangun di 11 kecamatan rawan kekeringan. Apalagi kecamatan itu lumbung pangan. Kami akan minta bantuan Pemprov Banten dan pemerintah pusat,” katanya.

BACA JUGA:

. Polres Pandeglang Kucurkan Air Bersih Bagi Warga Korban Kekeringan

. Kekeringan di Pandeglang, Nenek Bungkuk pun Ikut Antre Air Bersih

. Pemprov Banten Belum Inventarisir Dampak Kekeringan

Selain membangun sumur artesis, lanjut Irna, perlu dilakukan normalisasi sungai. Untuk itu menurut dia, juga perlu pemilhan sungai yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

Irna menyebut, karena keterbatasan anggaran Pemkab Pandeglang tidak akan mampu mengcover seluruh penanganan kekeringan. Sehingga perlu dibantu pemerimtah pusat dan provinsi. “Kami akan mendorong Pemprov dan pusat bisa membantu menangani kekeringan,” ujar mantan anggota DPR RI itu.

Sejauh ini, baik pemerintah pusat maupun Pemprov Banten, diakui Irna, ikut andil dalam menangani kekeringan di Pandegang. Namun lagi-lagi, menurut Irna, bantuan tersebut belum maksimal.

“Bantuan dari pusat sudah ada, tapi belum maksimal, tidak signifikan, Namun begitu kami tetap apresiasi, juga kepada Pemprov Banten, TNI, Polri dan stake holder lainnya. Kami juga berharap perusahaan bisa membantu mengatasi kekeringan dengan CSR-nya (Corporate Social Responsibility, red),” harap Irna.(Samsul/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.