Kejati DKI Tangkap Koruptor Infrastruktur Fiktif Setelah Delapan Tahun Buron

  • Whatsapp
Kejati DKI Jakarta menangkap terpidana korupsi AIS yang merugikan negara atas infrastruktur fiktif
Terpidana kasus korupsi AIS (tengah) diamankan Tim Tangkap Buronan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Tim Intelijen Kejari Kabupaten Magelang tanpa perlawanan setelah buron selama 8 tahun, Jumat (13/11/2020).

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Kejati (Kejaksaan Tinggi)  DKI Jakarta menangkap terpidana korupsi berinisial AIS (46) yang merugikan negara hingga Rp8,8 miliar atas pengadaan lahan infrastruktur jembatan fiktif saat menjadi pejabat di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta II.

Penangkapan terhadap AIS dilakukan Tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejati DKI Jakarta bersama Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang pada Jumat siang pada pukul 11.45 WIB.

Bacaan Lainnya

Kasi Penkum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi mengakui adanya penangkapan terhadap AIS, terpidana korupsi infrastruktur fiktif yang buron selama delapan tahun terakhir itu. AIS masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pasca putusan Mahkamah Agung RI pada 2012 lalu.

“Terpidana atas inisial AIS yang masuk DPO Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, untuk dilakukan eksekusi sesuai Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1985/K/Pid.Sus/2012 tanggal 22 November 2012 yang telah berkekuatan hukum tetap,”ujar Nirwan Nawawi dalam keterangannya, Jumat malam.

BACA JUGA:KPK beberkan 20 Koruptor yang Terima Pengurangan Hukuman dari MA, Ini Daftarnya!

Pria yang ditangkap di Kabupaten Magelang itu diduga bernama Agus yang telah menjadi buronan Kejaksaan selama 8 tahun sejak 2012 usai putusannya dibacakan oleh hakim di pengadilan.

Agus merupakan terpidana kasus korupsi yang terbukti secara sah bersalah karena tidak melakukan penelitian mendalam pada dokumen Surat Perintah Membayar (SPM) No.00155/440372/XI/2008 yang dikeluarkan pada tanggal 19 November 2008 untuk Proyek Fiktif pada Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pengadaan Bahan/Peralatan Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2008.

Proyek fiktif dan SPM yang dikeluarkan Agus itu ditujukan untuk PT Surya Cipta Cemerlang (SCC). Atas perbuatan AIS itu negara dirugikan, sedangkan Direktur Utama PT SCC bernama Kurniawan justru diuntungkan.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Riono Budisantoso,  menegaskan terpidana Agus akan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba Jakarta Pusat sesuai dengan putusan Pengadilan mengikuti dakwaan subsider pasal 3 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan pidana penjara 2 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan penjara.

Tim Tabur menangkap dan mengamankan yang bersangkutan tanpa perlawanan di wilayah Kabupaten Magelang. Saat ini terpidana dalam perjalanan dari Magelang menuju Jakarta.

“Diperkirakan malam ini sekira pukul 22.00 WIB tiba di Jakarta dan selanjutnya akan dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba Jakarta Pusat,” imbuh Riono.(Jay De Menes/ANTARA)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.