Kejari Sudah Panggil Berbagai Pihak Terkait Longsornya TPA Cipeucang, DLH Mengaku Belum Diperiksa

  • Whatsapp
Kejari Tangsel
Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Tangsel, M Taufik Akbar.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah melakukan pemanggilan terhadap  beberapa pihak yang terkait  dengan pembangunan sheet pile Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Kecamatan Serpong yang longsor pada 22 Mei 2020.

“Benar kami telah melakukan pemanggilan beberapa orang. Tetapi untuk siapa dan dari mananya belum dapat kita informasikan, karena saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Tangsel, M Taufik Akbar kepada Redaksi24.com di ruang tamu Kejari Tangsel, Rabu (17/6/2020).

Bacaan Lainnya

Taufik menerangkan, saat ini pihaknya masih melakukan proses pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (puldata). “Intinya saat ini kita masih pendalaman, nanti kalau sudah naik ke tingkat penyidikan akan kita informasikan hasil pulbaket dan puldatanya seperti apa,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Yepi Suherman mengaku, dirinya tidak berurusan dengan aparat penegak hukum terkait pembangunan sheet pile TPA Cipeucang.

“Saya sih tidak pernah dipanggil. Karena saya tidak berhubungan langsung dengan proyek sheet pile tersebut. Saya enggak tahu persis tentang hal itu. Karena Pak Wisman Kepala Bidang Persampahan PPK-nya (Pejabat Pembuat Komitmen). Atau tanya Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatannya (PPTK) Pak Tain,” katanya mengarahakan melalui pesan WhatsApp, Rabu (17/6/2020).

Namun saat dihubungi, Kepala Bidang Persampahan DLH Tangsel Wismansyah membantah, jika dirinya dipanggil oleh aparat penegak hukum (APH) untuk dimintai keterangan soal pembangunan sheet pile yang kemudian jebol dan sampahnya bertonase 100 ton mencemari Sungai Cisadane. 

“Belum tuh, saya,” singkatnya saat dikonfirmasi soal pemanggilan dirinya oleh Polres Tangsel, Polda Metro Jaya dan Kejari Tangsel terkait pembangunan sheet pile TPA Cipeucang, melalui telepon Rabu (17/6/2020) malam.

Diketahui, sheet pile di TPA Cipeucang ambles akibat tidak kuat menahan beban tumpukan sampah pada 22 Mei 2020 lalu. Akibatnya, 100 ton sampah tumpah dan mencemari Sungai Cisadane. Tidak hanya mencemari air, bahkan aroma busuk sampah mencemari udara dan banyak dikeluhkan warga. Padahal, sheet pile tersebut baru dibangun sekira enam bulan lalu, dengan pagu anggaran Rp 24 miliar dan realisasi pekerjaan Rp 21 miliar.

Tumpahnya sampah TPA Cipeucang tersebut juga bukan yang pertama kalinya. Dan sepanjang  2019 lalu sudah dua kali  longsor dan mencemari Sungai Cisadane. 

Akibatnya, pembangunan TPA Cipeucang yang persis di tepi Sungai Cisadane itu pun jadi sorotan berbagai pihak. Terutama aktivis lingkungan hidup. Mereka menilai, pembangunan TPA tersebut menyalahi aturan dan mengancam kehidupan masyarakat. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.