Kejari Kabupaten Tangerang Mulai Selidiki Penyusutan Luas Situ Kelapa Dua

oleh -
Situ Dua Kelapa Dua Kabupaten Tangerang

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Kejasaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang diam-diam sudah mulai melakukan pennyelidikan tekait adanya penyusuan luas Situ Kelapa Dua. Tim Intel Kejari Kabupaten Tangerang dikabarkan telah melakukan pengecekan langsung kondisi Situ Kelapa Dua.

Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Tangerang Nana Lukmana membenaran jika dirinya dan tim telah mendatangi lokasi Situ Kelapa Dua. Hanya saja Nana mengaku kedatangan tim penyidik hanya sebatas mengecek kondisi terkini situ Kelapa Dua. Sebab, proses penyelidikan dan penyidikan diperlukan pengecekan secara langsung sebelum memastikan pihak yang akan dipanggil.

“Hanya sebatas tinjauan lapangan secara langsung. Kita membutuhkan kondisi terkini situ sebelum melangkah lebih jauh,” katanya singkat kepada wartawan, Rabu (10/3/2021).

Informasi yang dikumpulkan yakni, luasan situ terkini dengan laporan yang tercatat dalam dokumen aset pemerintah. Nana mengungkapkan, perlu pengumpulan dokumen dan keterangan untuk memastikan adanya penyusutan luasan situ. Termasuk memastikan adanya kongkalikong antar oknum dalam pengambilan tanah negara.

“Kita baru sebatas meninjau situ secara langsung. Belum menentukan siapa yang harus dipanggil dan sebagainya. Baru sebatas tinjauan kondisi situ terkini,” jelasnya.

BACA JUGA: Kabupaten Tangerang Masuki Zona Kuning Covid-19

Dari keterangan Jaro Kelapa Dua Rusdiana atau akrab di sapa Buyung  luasan Situ Kelapa Dua mengalami penyusutan sejak aset dicatatkan milik negara dari Penajajah Kolonial Belanda. Luas awalnya 48 hektare pada pasca kemerdekaan sekira 1945. Lalu, pada 1989 saat dijabat Kepala Desa (Kades) Kelapa Dua Husen luas situ berkurang satu hektare.

“Jadi dari kades Sahri ke Husen itu luas situ pada 1989 sekira 47 hektare. Ketika Haji Sada memimpin jadi kades luas situ diukur terakhir jadi 35 hektare. Singkatnya. Ketika Haji Memed jadi kades, luas situ berkurang drastis. Sekarang hanya tinggal 21 hektare hasil pengukuran terbaru,” paparnya.

Buyung mengatakan, penyusutan secara drastis luasan situ terjadi sekira 2013 saat Kelapa Dua masih berbentuk pemerintahan desa. Ia mengungkapkan, diduga adanya kongkalingkong antara oknum pejabat desa, kantor pertanahan dengan pengusaha.

“Situ itu milik negara. Dibangun untuk kepentingan masyarakat luas. Bukan kepentingan pribadi. Saat belum menjabat jaro, saya dipercaya oleh kades untuk mengurusi urusan yang berkatian di Kelapa Dua. Karena itu saya tahu detail alur sejarah situ,” ungkapnya.

Atas perbuatan tersebut, negara dirugikan dengan kehilangan aset luasan situ sekira 27 hektare. Apabila diuangkan kerugian diestimasi mencapai Rp1,89 triliun dengan harga tanah Rp7 juta per meter persegi. 

“Memang saya duga juga kerugian negara itu triliunan. Kalau mengukur dari harga termurah tanah di sini. Situ juga selain susut luasnya juga mengalami pendangkalan sekarang tinggal 1,5 meter sampai 2 meter,” pungkasnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.