Kejagung Sita Aset Tanah Milik Benny Tjokro di Tangerang dan Lebak

oleh -
kejagung,ri,tersangka asabri,benny tjokro,aset tanah,sita
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak/Antara.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Kejaksaan Agung (Kejagung) RI berhasil menyita aset tanah di sejumlah wilayah milik Benny Tjokrosaputro (BTS) tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri.

Aset tanah milik tersangka Benny Tjokrosaputo itu berhasil disita Kejagung dari tiga wilayah yakni Kabupaten Tangerang, Lebak dan Kabupaten Bogor.

Kepala Pusat Penerangan Umum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, sebanyak 2.223 bidang atau persil tanah milik tersangka korupsi Asabri Benny Tjokrosaputro diblokir Jampidsus Kejagung tersebar di 3 kabupaten.

“Beberapa aset tanah persil yang disita sudah diajukan permohonan pemblokiran ke Kantor Badan Pertanahan Nasional kabupaten/kota setempat,” ujar Leonard, di Jakarta, Sabtu (6/3/2021).

Rincian aset tanah milik tersangka korupsi Asabri Benny Tjokrosaputro yang diblokir Kejagung yakni di Kabupaten Tangerang berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan sebanyak 244 bidang, serta berupa Sertifikat Hak Milik sebanyak satu bidang.

Kemudian di Kabupaten Lebak berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan sebanyak 779 bidang, dan di Kabupaten Bogor berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan sebanyak 220 bidang/persil.

Disebutkan, Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung memblokir aset-aset tanah pensil (bidang) milik tujuh tersangka dugaan korupsi dan pencucian uang PT Asabri yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Total jumlah aset tanah yang disita berupa sertifikat hak milik maupun sertifikat hak guna bangunan sebanyak 2.323 bidang/pensil.

Aset-aset tersebut disita dari tujuh tersangka tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), yakni Sonny Widjaja (SW), Bachtiar Effendi (BE), Hari Setiono (HS), Ilham W Siregar (IWS), Lukman Purnomosidi (LP), Benny Tjokrosaputro (BTS) dan Adam Rachmat Damiri (ARD).

“Upaya pemblokiran aset tanah persil milik dan atau yang terkait dengan para tersangka adalah upaya penelusuran aset serta dalam rangka penyelamatan kerugian keuangan negara yang muncul akibat perbuatan tindak pidana korupsi,” kata Leonard. (Laily Rahmawaty/Ant/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.