Kecewa Dengan Sikap DPP Kader PDIP Kota Surabaya Alihkan Dukungan

  • Whatsapp
Kader PDIP mendeklarasikan Banteng Ketaton dengan mengalihkan dukungan ke paslon MA-Mujiaman di Pilkada Surabaya
Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin menghadiri deklarasi Banteng Ketaton di Jalan Raya Pandegiling, Kota Surabaya, Minggu (8/10/2020).

SURABAYA, REDAKSI24.COM— Sejumlah kader PDIP Surabaya mendeklarasikan Banteng Ketaton dengan mengalihkan dukungan kepada Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota  MA-Mujiaman (Machfud Arifin dan Mujiaman) di Pilkada Surabaya 2020.

Ketua deklarasi yang juga kader PDIP, Andreas Widodo, menyatakan, langkah pengalihan dukungan itu diambil kecewa dengan keputusan DPP PDIP yang tidak merekomendasikan kader asli berkontestasi dalam Pilkada Surabaya 2020.

Bacaan Lainnya

“Target kami tidak muluk-muluk, hanya mengalihkan 40 persen suara PDI Perjuangan Surabaya agar memilih pasangan MA-Mujiaman,”ujar Widodo saat deklarasi di Jalan Raya Pandegiling, Kota Surabaya, Minggu.

Kata Widodo untuk mewujudkan misi tersebut, simpatisan Banteng Ketaton akan bergerilya ke seluruh wilayah Surabaya secara terus-menerus dengan tujuan mengajak warga PDIP Surabaya memilih MA-Mujiaman.

“Kami tahu banyak struktural partai yang juga sakit hati. Tapi mereka tidak berani terang-terangan karena takut ancaman pecat dari DPP PDI Perjuangan,”ungkapnya.

Inisiator Banteng Ketaton Surabaya, Sunardi, menyebut deklarasi yang dilakukan di Jalan Raya Pandegiling itu memiliki tujuan tertentu. Sebab, lanjut dia, daerah itu dikenal sebagai basis PDI Perjuangan.

“Kami, Banteng Ketaton Surabaya akan menunjukkan ke publik, bahwa masyarakat atau warga PDI Perjuangan Surabaya ternyata ada yang melawan dan tidak setuju dengan paslon Eri dan Armuji,” ucap Gus Nar, sapaan Sunardi.

Deklarasi Banteng Ketaton menjadi penolakan terbuka kesekian dari kader PDIP atas penunjukan Eri Cahyadi-Armuji sebagai paslon wali kota dan wakil kota. Sebelumnya, kader PDIP Surabaya senior Mat Muchtar secara terbuka menolak pasangan Eri-Armuji dan mengalihkan dukungannya kepada MA-Mujiaman.

Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya Achmad Hidayat sebelumnya meminta Bawaslu Surabaya menindak tegas penyebar spanduk provokatif yang dinilai berbahaya untuk keamanan, kedamaian dan kenyamanan Pilkada Surabaya.

Spanduk tersebut bertuliskan  antara lain “Ojok Gelem Dibujuki, Eri-Armudji Duduk Risma. Paham ?”,  dan “Banteng Ketaton Surabaya Siap Memenangkan Machfud Arifin-Mujiaman”. Dalam spanduk tersebut ada semacam keterangan pembuatnya yaitu “Banteng Ketaton Kota Surabaya” dengan logo kepala banteng.

“Pembuatnya menamakan diri ‘Banteng Ketaton Kota Surabaya’. Jelas ini ditujukan kepada fungsionaris, kader dan simpatisan PDIP yang memiliki logo kepala banteng dan sudah akrab di masyarakat menyebut kader dan simpatisan PDIP sebagai ‘banteng-banteng’,” kata Hidayat.

Pilkada Surabaya 2020 diikuti paslo Wali Kota dan Wakil Wali Kota Eri Cahyadi dan Armuji bernomor urut 01yang diusung PDIP dan didukung PSI serta mendapatkan tambahan kekuatan dari enam parpol non parlemen, yakni PBB, Hanura, Berkarya, PKPI, dan Garuda.

Sementara pasangan MA-Mujiaman dengan nomor urut 02 diusung koalisi delapan partai yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan Partai Nasdem serta didukung partai nonparlemen yakni Partai Perindo.(Jay De Menes/ANTARA)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.