Kebijakan Tutup Tempat Keramaian di Tangerang Raya Dinilai Setengah Hati

  • Whatsapp
Tempat Keramaian di Tangerang Raya-01

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Kebijakan Gubernur Banten, Wahidin Halim yang kemudian ditindak lanjuti oleh pemerintah daerah, kususnya Tangerang Raya untuk menutup tempat-tempat keramaian, seperti taman-taman tematik, wisata dan lainnya dinilai setengah hati.

Pasalnya, tempat-tempat perbelanjaan dan hiburan malam yang tersebar di Tangerang Raya, Seperti Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, masih beroperasi seperti biasa.

Bacaan Lainnya

Pengamat Kebijakan Publik Tangerang Raya
Adib Mistahul, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Negeri Islam Syekh Yusuf, Tangerang.

” Ya kalau bicara tempat keramaian, mal-mal atau tempat perbelanjaan serta hiburan malam seperti karaoke dan lainnya juga termasuk.Tapi kenapa tempat- tempat itu boleh beroprasi,” kata Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Negeri Islam Syekh Yusuf, Tangerang, Adib Mistahul, Selasa (17/3/2020).

Seharusnya, kata Adib, apabila tempat keramaian seperti taman-taman tematik dan wisata itu ditutup, semuanya harus diberlakukan sama. Dan apabila pertimbangannya adalah ekonomi, kata dia, di lokasi-lokasi taman atau wisata juga banyak pedagang yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan disana.

Lalu kenapa, hanya mereka yang di korbankan, sedangkan para pengusaha di mal-mal dan hiburan malam dibiarkan. “Ini yang terjadi, sehingga kebijakan tutup untuk tempat-tempat keramaian di Tangerang Raya terkesan setengah hati,” kata Adib yang juga Dosen ilmu Fisip di Unis Tangerang.

Apabila, kata Adib, untuk mengantisipasi dampak ekonomi terhadap para pengusaha mal atau tempat hiburan, sebenarnya bisa dilakukan. Dengan cara menghapuskan pajak usaha mereka selama tutup. “Saya kira ini bisa dilakukan oleh Pemkot Tangerang, Tangsel dan Kabupaten Tangerang,” kata dia.

BACA JUGA:

Gubernur Banten dan Kepala Daerah Se-Tangerang Raya Tetapkan KLB Wabah Corona

Cegah Virus Corona, Pemkab Tangerang Imbau Pengelola Keramaian Siapkan Desinfektan

Sedangkan untuk pedagang atau masyarakat kecil yang tidak menjalankan aktivitas atau usahanya, karena kebijakan itu, juga harus diperhatikan. Dengan cara dibagikan sembako atau membuat dapur- dapur umum untuk menjamin makan merka tiga kali sehari.

Dan pembangian sembako atau makanan itu, bisa disesuaikan dengan catatan warga tidak mampu di Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) masing- masing daerah, dengan melibatkan para camat dan lurah.

” Ya bagi mereka yang hidupnya lebih, mau libur satu atau dua bulan tidak masalah. Tapi bagaimana dengan mereka yang bekerja hari ini hanya untuk makan besok,” papar Adib.

Kebijakan seperti ini yang juga harus disampaikan oleh Pemerintah daerah ke Pusat, agar bisa diimplementasikan kepada masyarakat kecil di masing-masing daerah. ” Saya kira bisa, apalagi Pemkot Tangerang, Tangsel dan Pemkab Tangerang Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) cukup besar,” tandas Adib. (Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.