Kebakaran Lapas Tangerang, Komunikolog Kang Tamil : Apa Perlu Napi Narkoba Dipenjara?

oleh -
Kebakaran Lapas Tangerang, Komunikolog Kang Tamil : Apa Perlu Napi Narkoba Dipenjara?
Tamil Selvan/Ist.

TANGERANG,REDAKSI24.COM–Kebakaran lapas klas 1 Tangerang menelan 41 korban jiwa, diketahui 2 diantaranya merupakan warga negara asing. Masih tanda tanya terkait penyebab peristiwa ini, bisa benar karena adanya hubungan pendek arus listrik (korsleting) atau bisa juga karena tindak pidana karena sebelum kejadian di tempat tersebut terjadi pertikaian antar dua kelompok napi narkoba, yang dilanjutkan dengan pembakaran kardus.

Menyoroti peristiwa ini, Komunikolog Politik Nasional Tamil Selvan mengatakan bahwa pemerintah harus memikirkan solusi pengentasan di hulu masalah, ketimbang selalu menyelesaikan akibat masalah.

“Lapas kita di Indonesia 80% dihuni oleh napi narkoba, ini yang perlu dipikirkan. Kalau hal lain, seperti kebakaran lapas ini, itu hanya akibat saja. Pertanyaan saya, apakah napi penyalahgunaan narkoba masih relevan dipenjara?” ujar Ketua Forum Politik Indonesia ini kepada awak media, Kamis (9/9/2021).

BACA JUGA: Tragedi Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Patut Dipertimbangkan Untuk Bangun Lapas Baru

Pengamat yang akrab disapa Kang Tamil ini mengatakan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba lebih tepat diposisikan sebagai korban, sedangkan penjahat sebenarnya adalah bandar dan pengedar yang pada implementasinya belum benar-benar diberi tindakan hukum.

“Logikanya pengguna narkoba ini kan korban, karena dia menggunakan narkoba pada dirinya sendiri, yang bandit itu bandar dan pengedar. Saya kira mereka ini tidak tersentuh hukum, buktinya barangnya (narkoba) beredar terus,” terangnya.

BACA JUGA: Over Kapasitas di Lapas Kelas I Tangerang Penyebab Banyaknya Korban Tewas 

Pengamat ini mengatakan bahwa Menkumham harus berfikir untuk mereduksi jumlah penghuni lapas dengan membuat konsep untuk mengentaskan penyalahgunaan narkoba ini, bukan justru berpikir untuk menambah jumlah bangunan lapas.

“Bang Yasona ini cara berfikirnya keliru, bukan gedungnya yang perlu ditambah, tapi penghuninya yang dikurangi. Jika kita fokus pada napi narkoba yang jumlahnya hampir 80% maka ini prestasi luar biasa,” katanya.

BACA JUGA: Pemkot Tangerang Buka Posko Bagi Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Lebih lanjut Kang Tamil mengatakan bahwa pemerintah perlu fokus dan serius untuk mengembangkan konsep rehabilitasi, dan jika perlu pengamat ini menyarankan pemerintah menggandeng tempat pengobatan alternatif yang banyak terbukti mengobati pecandu narkoba.

“Pemerintah jangan gengsi, rangkul saja pengobatan alternatif itu, banyak yang berhasil menyembuhkan pecandu narkoba. Jadi semua lini pengentasan narkoba harus berjalan simultan, jangan cuma fokus penangkapan,” lanjutnya.

Kang Tamil berkeyakinan jika konsep pengguna narkoba itu direhabilitasi, dan hukuman berat diberikan kepada pengedar dan bandar narkoba, maka PR pemerintah akan menjadi ringan.

“Jadi pengguna narkoba direhab, jangan pilih-pilih. Kalau pengedar apalagi bandar harus dihukum berat, bila perlu hukuman mati. Maka ini akan mengurangi banyak beban pemerintah. Karena efek domino penyalahgunaan narkoba ini sangat panjang, solusinya kita harus berfikir di hulu bukan hilir seperti sekarang,” tutupnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.