Kawasan Wisata Zona Merah dan Oranye Covid-19 di Banten Ditutup

oleh -
kawsan wisata banten zona merah zona orange PPKM Mikro covid-19 wakil gubernur banten andika hazrumy
Petugas Polda Banten mulai melakukan penyekatan pada akses masuk sejumlah kawasan wisata Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah objek wisata di Provinsi Banten yang masuk kawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM) bakal ditutup pada Hari Raya Idul Fitri 2021.

“Penutupan objek wisata itu berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan menteri ekonomi,” kata Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy kepada wartawan di Kota Serang, Banten, Selasa (11/5/2021).

Penutupan itu, kata dia, terutama diberlakukan pada objek wisata yang berada pada zona merah dan oranye Covid-19. Sebab resiko penyebaran pandemi Covid-19 cukup tinggi, sehingga perlu ditutup agar tidak menularkan penyakit mematikan itu.

Andika mengakui banyak kawasan wisata di Banten, mulai wisata pesisir pantai, wisata religius hingga wisata alam. Keberadaan wisata dapat berdampak positf terhadap pertumbuhan ekonomi warga setempat, penyerapan tenaga kerja juga meningkatkan pendapatan asli daerah.

Namun, kata dia, Pemerintah Provinsi Banten sepakat menutup wisata di zona merah dan oranye guna memutus mata rantai penularan virus Korona. Di kawasan-kawasan wisata di luar zona merah dan oranye, masih diperbolehkan beroperasi dengan aturan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas.

“Kami minta pelaku usaha pariwisata harus menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun serta mencuci tangan,” katanya.

BACA JUGA: Polda Banten Siagakan 16 Posko Penyekatan Larangan Mudik

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19 melalui berbagai upaya, termasuk dengan instansi terkait untuk memantau pergerakan orang di sejumlah penyekatan guna mengantisipasi mudik Lebaran.

Selama ini, ujar dia, penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten masih resiko tinggi di zona merah dan oranye, yaitu di Cilegon, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Sedangkan, penyebaran resiko sedang di zona kuning yakni Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. “Kami berharap kedua daerah itu dapat mempertahankan zona kuning,” katanya.

Ia mengatakan, pelaksanaan pelarangan mudik dilakukan dengan kolaborasi bersama jajaran Polda Banten dengan menerjunkan personil di lapangan, baik kelengkapan maupun dukungan dari antigen yang ditempatkan di beberapa tempat penyekatan.

Mereka juga membatasi pergerakan masyarakat agar tidak terjadi arus pulang kampung Lebaran, karena ada korelasi positif antara libur panjang, liburan, dan pertambahan signifikan kasus Covid-19.

“Kami minta masyarakat dapat menunda mudik Lebaran dan bisa dilakukan silatuhrahmi dengan anggota keluarga melalui virtual,” sarannya.(ANT/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.