Kata WHO, Dalam Sehari Terjadi 259.848 Kasus Corona

  • Whatsapp
Empty Playground-USA
Sebuah taman bermain kosong dikelilingi pita peringatan di tengah penyebaran global penyakit COVID-19 di Houston, Texas, Amerika Serikat, Rabu (08/07/2020)

JENEWA, REDAKSI24.COM– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melansir angka lonjakan  tertinggi kasus corona global sedunia untuk hari kedua secara berturut-turut, dengan total pertambahan 259.848 selama 24 jam.

Menurut sebuah laporan harian, angka lonjakan tertinggi yang dilaporkan pada Sabtu (18/07/2020) berasal dari Amerika Serikat, Brazil , India dan Afrika Selatan. Sehari sebelumnya pada Jumat, rekor kasus baru mencapai 237.743.

Bacaan Lainnya

Selain itu angka kematian meningkat hingga 7.360, jumlah pertambahan terbesar dalam satu hari sejak 10 Mei. Pada bulan Juli ini angka kematian rata-rata 4.800 sehari, naik dibanding Juni yang rata-rata 4.600 sehari.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters, total kasus Corona global sudah melampaui angka  14 juta pada posisi hari Jumat lalu. Jumlah ini  menandai tonggak bersejarah dalam persebaran penyakit yang membunuh hampir 600.000 orang selama rentang tujuh bulan terakhir. Lonjakan yang terjadi beberapa hari terakhir itu mengandung makna bahwa 1 juta kasus dilaporkan dalam waktu kurang dari 100 jam.

BACA JUGA:Belasan Petugas Kesehatan di Tangsel Terpapar Covid-19

Badan kesehatan PBB itu juga  melaporkan terjadi 71.484 kasus baru di Amerika Serikat, 45.403 di Brazil, 34.884 di India dan 13.373 di Afrika Selatan. Pada Jumat, India menjadi negara di dunia yang memiliki 1 juta lebih kasus COVID-19, berada di belakang AS, dan Brazil

Pakar penyakit menular mengatakan India mungkin masih beberapa bulan lagi mencapai puncak penularan.

BACA JUGA:PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Porsi Kelonggaran Ditambah

Angka kasus di Brazil sendiri tembus 2 juta pada Kamis, dua kali lipat dalam waktu kurang dari sebulan dengan penambahan hampir 40.000 kasus baru sehari. Respons tambal sulam negara bagian dan pemerintah kota dilakukan dengan susah  payah di Brazil,  di tengah ketiadaan kebijakan yang terkoordinasi secara ketat dari pemerintah pusat.

Sementara AS menjadi negara  terdepan dengan 3,7 juta jumlah kasus. Negeri Paman Sam ini sudah berusaha menghambat persebaran pandemi baik dalam sekala lokal maupun negara bagian dengan hanya sedikit keberhasilan.(Mulyo/Ant/Jaya)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.