Kasus Surat Jalan Palsu, Mahkamah Agung Tolak Kasasi Djoko Tjandra

oleh -
Kasus Surat Jalan Palsu Mahkamah Agung Tolak Kasasi Djoko Tjandra jaksa penuntut umum terdakwa
Terdakwa kasus pemberian suap kepada penegak hukum dan pemufakatan jahat Djoko Tjandra menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/4/2021) lalu.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Terdakwa kasus surat jalan palsu, Djoko Tjandra alias Joko Soegiarto Tjandra nampaknya masih harus menjalani tahapan persidangan yang panjang. Mahkamah Agung (MA) RI menolak kasasi yang diajukannya dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Amar putusannya menolak permohonan kasasi penuntut umum dan terdakwa,” kata Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro saat dihubungi di Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Adapun pertimbangan hukum, kata Wakil Ketua MA bidang Yudisial tersebut, terdakwa pada saat akan kembali ke Jakarta menggunakan pesawat carter. Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra menggunakan surat jalan atas nama Anita Dewi A Kolopaking yang dibuat saksi Dodi Jaya.

Surat itu dibuat atas perintah mantan Koordinator Biro dan Pengawasan PPNS Mabes Polri Brigadir Jenderal Pol Prasetijo Utomo. Selain itu, Djoko Tjandra juga menggunakan surat bebas COVID-19 yang diterbitkan Pusdokes yang diurus Etty Wachyuni staf Prasetijo Utomo.

“Padahal terdakwa tidak pernah melakukan pemeriksaan bebas COVID-19,” ujarnya.

BACA JUGA: Ketua Majelis Hakim Terpapar COVID-19, Sidang Mafia Tanah di Pinang Tangerang Kembali Ditunda 

Surat jalan tersebut isinya tidak benar karena alamat saksi Anita Dewi A Kolopaking dan terdakwa Joko Soegiarto Tjandra bukan di Jalan Trunojoyo nomor 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Selain itu pekerjaan saksi Anita Dewi A Kolopaking dan terdakwa bukanlah konsultan Bareskrim Polri,” katanya.

Dalam putusannya, majelis mengatakan saksi Prasetijo Utomo dan Anita Dewi A Kolopaking pada 6 Juni 2020 menjemput terdakwa Djoko Tjandra ke Bandara Supadio Pontianak dan terbang ke Bandara Halim Perdanakusuma dengan pesawat carter.

Kemudian pada 8 Juni 2020, Prasetijo Utomo dan Anita Dewi A Kolopaking kembali mengantar Djoko Tjandra dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Pontianak.

Pada 16 Juni 2020 terdakwa Djoko Tjandra kembali menghubungi Anita Dewi A Kolopaking untuk dibuatkan kembali surat-surat seperti sebelumnya dan atas penyampaian tersebut Prasetjo Utomo menyanggupinya.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.