Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Melonjak Drastis

  • Whatsapp
Swab test
Swab test di rumah lawan Covid-19 Tangsel.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM –  Meski Kota Tangerang Selatan diklaim sudah berstatus zona orange atau zona resiko sedang penyebaran kasus Covid-19, tetapi jumlah kasus positif terus bertambah sebanyak 26 kasus positif.

Berdasarkan data di laman website resmi lawancovid19.tangerangselatankota.go.id yang diperbarui Rabu (29/7/2020), penambahan positif Covid-19 sebanyak 26 kasus. Dengan begitu, saat ini jumlah positif Covid-19 di Tangsel mencapai 520. Terbagi 414 sembuh, 69 dirawat dan 37 meninggal. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak ada penambahan dengan jumlah 806 pasien diantaranya 701 sembuh, 8 pasien masih dirawat dan 97 pasien meninggal. 

Bacaan Lainnya

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 2.282 orang dengan 2.280 orang selesai dipantau dan 2 orang masih dalam pemantauan. Secara keseluruhan, jumlah Covid-19 di Tangsel mencapai 3.608 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangsel, Tulus Muladiyono melalui siaran persnya mengatakan, dengan adanya lonjakan kasus tersebut meminta masyarakat semakin waspada di tengah pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

BACA JUGA: Ada Transmisi Impor Kasus Covid-19 di Tangsel, Walikota Airin Sebut SIKM Tidak Efektif

“Adanya penambahan 26 kasus ini, menjadi perhatian kita bersama untuk semakin memperketat protokol kesehatan. Menjaga jarak dan menggunakan masker saat beraktivitas, serta rajin cuci tangan,” ungkap Tulus, Kamis (30/7/2020).

Sejurus dengan penambahan jumlah positif Covid-19, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap PSBB ke 8 perpanjangan ke 7 hingga 9 Agustus 2020 itu semakin meningkat.

“Tingkat kepatuhan masyarakat Tangsel terhadap PSBB kini mencapai 86,3 persen. Sementara angka reproduksi efektif atau Rt 0,23,” papar anggota gugus tugas Covid-19 Tangsel Suharno, Kamis (30/7/2020).

BACA JUGA: PCR Swab Test Yang Disiapkan Pemkot Tangsel Pada Masyarakat Terindikasi Covid-19 Capai Rp 1 M Lebih

Meski begitu, keduanya enggan memaparkan penyebab adanya lonjakan penambahan kasus positif Covid-19 tersebut.(wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.