Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Hukum Polresta Tangerang Terus Meningkat

oleh -
Kasus Narkoba di Tangerang
Kasat Narkoba Polresta Tangerang, Kompol Tosriyadi Jamal.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polresta Tangerang meningkat. Sepanjang tahun 2019 Satnarkoba Polresta Tangerang telah mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika sebanyak 311 kasus, ungkap kasus tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 lalu yang tecatat sebanyak 297 kasus.

Kasat Narkoba Polresta Tangerang, Kompol Tosriyadi Jamal menuturkan, Selasa (31/12/2019) mengatakan,
dari hasil analisa dan ungkap kasus yang dilakukan oleh Satnarkoba Polresta Tangerang, kasus penyalahgunaan narkotika tersebut didominasi oleh kaum milenial termasuk pelajar dan mahasiswa dengan jenis narkotika yang paling banyak digunakan adalah sabu.

“Di satu sisi kita bangga karena berhasil mengungkap banyak kasus, di satu sisi kita juga prihatin karena pengguna ini adalah kaum-kaum milenial yang merupakan estafet dari pemimpin bangsa ini,” ungkapnya saat dihampiri wartawan.

BACA JUGA:

Antisipasi Narkoba di Pesisir, Polresta Tangerang Gandeng Nelayan

Disimpan Dalam Septic Tank, 82 Kg Ganja Berhasil Diamankan Polda

Ia melanjutkan, guna menekan angka penyalahgunaan narkotika khususnya di kalangan pelajar ini, ke depannya pihak Satnarkoba Polresta Tangerang akan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah guna memberikan edukasi kepada para pelajar tentang bahaya narkoba.

“Setiap hari senin anggota narkoba kita sebar ke sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan, dan kita juga mengharapkan untuk seluruh stakeholder bisa terlibat dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, salah satu faktor yang membuat kaum milenial terjerat dalam penyalahgunaan narkotika tersebut biasanya berawal dari coba-coba. Para bandar narkoba, sambung dia, biasanya akan memberi secara gratis sampai akhirnya mereka ketagihan dan menjadi pecandu (adict).

“Biasanya dikasih gratis dulu untuk coba-coba dan akhirnya terjerat,” tukasnya (Ricky/Aan)