Kasus Penipuan Parsel Lebaran di Tigaraksa, Jerat Puluhan Korban Hingga Rugi Miliaran Rupiah

  • Whatsapp
Rumah yang disewa pelaku untuk menyakinkan para korbannya.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Kasus dugaan penipuan paket sembako lebaran terjadi di wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Dengan modus menawarkan bahan sembako murah, pelaku yang diketahui seorang wanita berinisial GA (34), berhasil memperdaya para korbannya hingga mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.

Dari penelusuran Redaksi24.com, lebih dari 20 orang telah menjadi korban. Tergiur dengan harga sembako murah para korban rela mentransfer uang 20-50 juta rupiah kepada pelaku. Bahkan ada pula korban yang sudah menyetorkan uang hingga 200 juta rupiah kepada pelaku.

Bacaan Lainnya

Oleh pelaku, para korban dijanjikan paket sembako akan dikirimkan 4-5 hari setelah transaksi pembayaran selesai dilakukan. Namun, hingga saat ini paket sembako yang dijanjikan tidak pernah dikirim kepada para korban.

Untuk memuluskan aksinya pelaku sengaja menyewa sebuah rumah di Triraksa Village Blok A3, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Alih-alih membuat para korbannya percaya, rumah tersebut ia jadikan tempat untuk mengemas bahan sembako yang sudah dipesan.

Bahkan, agar lebih meyakinkan pelaku juga mempekerjakan beberapa orang karyawan yang bertugas mengemas bahan-bahan sembako seperti minyak goreng, gula, dan terigu.

Parahnya lagi, para karyawannya juga diminta untuk ikut mengorder dan mencari konsumen yang mau memesan paket sembako dengan syarat membayarnya di muka.

“Saya sudah order dan sudah saya kasih uangnya kepada mba GA (pelaku, red) sebesar Rp52 juta lebih, saya transfer. Tapi sampai sekarang barangnya belum dikirim tiap saya tanya dia cuma suruh saya sabar,” ungkap Fitriani (23), karyawan sekaligus korban saat ditemui Redaksi24.com, Kamis (14/5/2020).

Fitri yang berstatus mahasiswa ini, awalnya tergiur ajakan seorang temannya untuk bekerja di tempat pelaku dengan imbalan sebesar Rp2,500,000 perbulan sejak 6 April 2020 lalu. Namun, jangankan mendapat gaji, justru saat ini Fitri dituntut mengganti uang para konsumen yang merasa tertipu.

“Kami tidak digaji dan sekarang suru mengganti uang para konsumen,” lirihnya

Fitri melanjutkan, ia dan para korban sudah melaporkan kasus penipuan paket sembako lebaran tersebut ke Polresta Tangerang sejak tanggal 2 Mei 2020 lalu. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan tindak lanjut dari kasus tersebut.

“Malah saya dapat informasi pelaku hanya dikenakan wajib lapor saja alasan penyidik dalam situasi pandemi corona mereka tidak menerima tahanan,” ujarnya

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Tangerang Kompol Gogo Galesung saat dikonfirmasi mengenai kasus tersebut, belum bisa memberikan keterangan dan akan mengecek kasusnya terlebih dahulu.

“Nanti saya cek dulu,” singkatnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.