Kasus Penggelapan di Sumatera Barat di Sidangkan di PN Tangerang Dengan Saksi Bos RCMLand

oleh -
Sidang kasus Penggelapan di PN Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM–  Kasus penggelapan dan penipuan Rp1,2 miliar yang disidang di Pengadilan Negeri Tangerang, mengundang perhatian para pencari keadilan. Pasalnya selain kasus itu terjadi di Sumatera Barat dan disidangkan di PN Tangerang, kehadiran saksi Hamsir Siregar, Bos RCMLand tidak tahu persis atas dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dina Natalia.

Sidang yang diketuai oleh majelis Hakim Aji Suryo dengan agenda pemeriksaan saksi Suritno sebagai saksi pelapor, direktur RCMLand dan Bos RCMLand, Hamsir Siregar dengan terdakwa Birma Siregar.

Saat majelis hakim bertanya kepada saksi, Hamsir Siregar, ia menjawab  tidak tahu penipuan dan penggelapan seperti dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dina Natalia. Bahkan Ketika JPU menanyakan kronologis kejadian orang nomor 1 di RCM Grup ini lancar menjawab. 

Giliran terdakwa Birma Siregar bertanya, Hamsir Siregar agak gelagapan. “Apa yang saya tipu dari saudara,” tanya terdakwa Birma Siregar dari layar kaca monitor, Selasa (10/8/2021).

BACA JUGA: Hakim Tolak Keberatan Terdakwa, Sidang Kasus Mafia Tanah di Pinang Tangerang Kembali Dilanjutkan 

Hamsir Siregar kebingungan menjawab karena tidak ada barang milik saksi yang digelapkan. Kalau menipu uang juga tidak ada. Pada hari itu di kantor saksi ada kesepakatan kerjasama, tetapi terdakwa belum menerima uang.  “Apa yang saya tipu dari Saudara. Sertifikat milik saya, atas nama istri saya. Tanah juga masih dalam penguasaan saya,” ujar Birma Siregar tegas. 

Mendengar pernyataan itu Hamsir sempat  tersinggung dan emosi lantas memanggil anak buahnya berambut gondrong yang duduk di kursi pengunjung . Melihat gelagat yang tidak beres, majelis hakim Aji Surya langsung menegur, “duduk kembali di kursi”.

Samahalnya dengan saksi Suritno selaku Direktur PT RCMLand Cipta Mandiri. Ketika ditanya Jaksa Penuntut Umum lancar menjawab. Giliran ditanya terdakwa Birma, jawabnya  emosi dengan suara nada tinggi.

Karenanya, Suritno berkali kali diperingatkan majelis hakim .“Kalau mengerti jawab saja. Kalau tidak tahu bilang tidak tahu,” ucap majelis Hakim. 

Suritno terpancing dengan pertanyaan terdakwa Birma Siregar terkait barang bukti maupun bukti yang otentik. Bahkan Suritno menjawab asal asalan tentang pembuatan sertifikat tanah atau balik nama  hanya memakai Kartu Tanda Penduduk (KTP) berikut Kartu Keluarga (KK). Tapi dibantah terdakwa Birma , harus ada surat pelepasan hak dan juga harus ada surat Akta Jual Beli (AJB), Surat pajak itu tidak dilakukan  saksi Suritno.

Jawaban saksi direktur PT RCM ini membuat jalannya persidangan memanas karena ketidak mengertian saksi dalam pelaporan pasal 378 dan 372 KHUP tentang penggelapan dan penipuan. Menurut saksi yang digelapkan sertifikat, sedangkan sertifikat milik atas nama Hati Darmawan Seregar istri dari Insinyur Birma Siregar (terdakwa). 

Kemudian Majelis Hakim Aji Surya menunda sidang tersebut karena waktu sudah menunjukan pukul 16:50. Sedangkan terdakwa masih banyak pertanyaan yang harus diungkapkan dalam persidangan. Terdakwa Birma Siregar minta supaya sidang berikutnya JPU menghadirkan saksi Suritno selaku Direktur RCMLand.

Berdasarkan data yang ada, kasus ini terlihat agak aneh karena sebelumnya telah dilaporkan Suritno di Polres Sumatera Barat, dan penyidik Sumatera Barat mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) atas kasus tersebut.

Kemudian setelah SP-3 itu keluar, Suritno mencabut laporan dan melaporkannya kembali ke Polres Metro Tangerang Kota hingga kasus itu disidangkan di PN Tangerang, walau Permasalahanya ada di Sumatera Barat.

Sementara itu keluarga terdakwa Bima Siregar, Arifin mengatakan, saksi Suritno bersama notaris Melina Irma Yeni,  sudah dilaporkan karena ada dugaan pemalsuan tanda tangan dalam surat pernyataan. Dan saat ini yang bersangkutan  sudah menjadi tersangka, Sedangkan laporan terhadap Suritno masih dalam penyelidikan.

Penasihat Hukum Birma Siregar dari kantor Lembaga Bantuan Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang (LBH UMT) Gufroni, dan Syafril Elain, membenarkan bahwa terdakwa Birma Siregar telah melaporkan notaris Melina Irmayani ke Polres Pasaman Barat dengan LP No/12/III/2019 SPKT tanggal 17 Maret 2020 dengan sangkaan pemalsuan dan yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan laporan Bima Siregar berikutnya ke Polres Pasaman Barat atas nama Suritno nomor LP /324/IX /2020 tanggal 11 September 2020 dengan tuduhan melanggar pasal 263 KUHP, melakukan pemalsuan akta otentik atau dipalsukan memalsukan dan menggunakan surat atau memalsukan tanda tangan yang dianggap masih  asli dengan ancaman 7 tahun penjara masih dalam proses pemeriksaan (Aan).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.