Kasus Pemerasan 64 Kepala Sekolah Dilaporkan Ke Kejagung

  • Whatsapp
Logo Kejaksaan

PEKANBARU, REDAKSI24.COM–  Bidang Pengawasan dan Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau menyatakan hasil pemeriksaan kasus dugaan pemerasan terhadap 64 Kepsek (Kepala Sekolah) tingkat SMP oleh oknum korp Adhiyaksa  hingga berujung pengunduran diri para pimpinan lembaga penendikan itu dilaporkan ke Kejagung (Kejaksaan Agung).

Asisten Inteljen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Raharjo Budi Kisnanto menyatakan, pihaknya telah mengatakan laporan hasil pemeriksaan kasus indikasi pemerasan puluhan kepsek SMP di Kabupaten Indagiri Hulu (Inhu).
“Hasil pemeriksaan dan klarifikasi telah selesai. Sudah dikirim ke Kejaksaan Agung. Tinggal menunggu petunjuk pimpinan,”ujarnya di Pekanbaru, Minggu.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, sebanyak 64 kepala SMP di Kabupaten Indragiri Hulu beramai-ramai mengajukan pengunduran diri ke bupati setempat. Alasannya mereka merasa diperas oleh oknum tertentu sehingga mengganggu proses kinerja kepala sekolah.

Dijelaskan Raharjo,  dalam perkara tersebut pihaknya telah memintai keterangan seluruh pihak terkait, baik dari internal maupun eksternal kejaksaan. “Kami sudah minta klarifikasi dan memeriksa puluhan pihak terkait. Ada kepala sekolah, dari pihak dinas (Dinas Pendidikan), Inspektorat, dan internal Kejalsaan Negeri  (Kejari) Inhu,” ujar Raharjo.

Menurutnya, sebelum masuk ke tahap inspeksi kasus, proses klarifikasi juga telah dilakukan. Kini, lanjut Raharjo, hasil inspeksi kasus itu telah rampung dan diserahkan ke Kejaksaan Agung.

Diketahui, kasus dugaan pemerasaan ini mengedepan di Inhu ketika tiba-tiba puluhan kepsek tingkat SMP menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu diduga karena adanya pemerasan dan intimidasi yang dilakukan oknum setempat terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Raharjo juga mengaku  telah menyambangi Kabupaten Indragiri Hulu. Di wilayah itu dirinya bertemu langsung dengan puluhan kepala sekolah dan perwakilan dinas terkait.

“Di sana ( di Inhu), saya ngajak guru-guru (kepala sekolah) untuk tidak takut lagi, dan kembali bekerja. Alhamdulillah, mereka mau,”pungkasnya. (Fazar/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.