Kasus Narkoba Karutan Kelas I Depok Dilimpahkan ke Kejari Jakbar

oleh -
Ilistrasi: kasus narkoba menjerat Karutan Kelas I Depok, Jawa Barat- (ist).

JAKARTA, REDAKSI24.COM- Kasus narkoba yang melibatkan Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas I Depok, Jawa Barat, Anton dilimpahkan oleh pihak Polres Metro Jakarta Barat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat.

“Sudah tahap satu, tinggal jaksa melihat berkas ini lengkap atau belum,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Ady Wibowo di Jakarta, Selasa (20/7/2021).

Menurut Ady, penyidik Polres Metro Jakarta Barat telah meminta keterangan tersangka Anton dan beberapa saksi pada berita acara pemeriksaan sehingga dianggap sudah cukup untuk diserahkan tahap pertama ke kejaksaan.

 Sambil proses hukum berjalan, Ady menuturkan polisi juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM terkait proses sidang internal kepegawaian yang dijalani Anton.

BACA JUGA: Karutan Depok Ditangkap Polrestro Jakbar Dalam Kasus Narkoba

“Ini pidana Umum dan antara lembaga pasti kita koordinasi,” jelas Ady.

Ady memastikan penyidik siap melengkapi keterangan saksi dan alat bukti jika kejaksaan menilai berkas perkara belum lengkap.

Sebelumnya, petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas I Depok, Jawa Barat, Anton terkait dugaan penyalahgunaan narkoba di kontrakan kawasan Slipi pada Jumat (25/6/2021) dini hari.

BACA JUGA: Kalapas Cilegon Ingatkan Anak Buahnya Tidak Main-main dengan Narkoba

Saat Anton ditangkap, polisi menyita barang bukti satu paket sabu seberat 0,52 gram, satu buah alat hisap sabu berupa cangklong, empat butir obat Aprazolam, dan satu unit telepon seluler.

Selain Anton, polisi juga menangkap M yang diduga memasok narkoba kepada Anton. Anton kenal dengan M saat menghuni lembaga pemasyarakatan pada 2009.

Hasil cek urine yang dilakukan terhadap tersangka Anton menunjukkan positif mengandung narkotika jenis Amphetamine, Methamphetamine, dan Benzo.

Terhadap Tersangka A dikenakan Pasal 112 ayat (1) sub Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun. (Walda/Ant/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.