Kasus Longsornya TPA Cipeucang Yang Ditangani Kejari Tangsel Belum Ada Titik Terang

  • Whatsapp
Kejari tangsel
Kasie Intel Kejari Kota Tangsel, M Taufik Akbar.

OTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Persoalan longsornya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang Serpong belum ada titik terang, meski sudah dua bulan lalu kasusnya  ditangani oleh pihak  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kasie Intel Kejari Kota Tangsel, M Taufik Akbar mengatakan, hingga saat ini proses penanganan longsornya TPA Cipeucang pada 22 Mei 2020 lalu masih proses tahap pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (puldata).

Bacaan Lainnya

“Kita masih pulbaket dan puldata terus. Karena masih ada masa pemeliharaan landfill yang roboh,” kata Taufik saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (4/8/2020).

Taufik menerangkan, hingga saat ini pihaknya sudah memanggil delapan orang dari pihak-pihak terkait soal TPA Cipeucang mulai dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel hingga kontraktor pembangunan sheetfile TPA Cipeucang yang amblas 22 Mei lalu.

BACA JUGA: TPA Cipeucang Jebol, Kasusnya Masih di Tangan Kasi Intel Kejari Kota Tangsel

“Bukannya enggak ada perkembangan, tapi kita masih koordinasi dengan pihak2 terkait, kita manggil-manggil orang untuk dimintai keterangan kurang lebih 8 orang. Ada pihak-pihak terkait yang sudah kita panggil. Intinya semua yang terkait dengan Cipeucang kita mintai keterangan,” terang Taufik.

Menurutnya, pengusutan soal TPA Cipeucang ini tidak mudah. Melibatkan banyak pihak, sehingga butuh waktu dan tidak dapat dipastikan atau diberi tenggat waktu.

“Karena prosesnya ini masih dini, tidak bisa kasih informasi secara pasti. Kan enggak semudah itu loh, mas. Kasih waktu dulu, kita minta doa. Mohon doanya aja, kita enggak boleh dului kehendak Tuhan. Mohon doanya aja,” pungkasnya.

BACA JUGA: Kejari Sudah Panggil Berbagai Pihak Terkait Longsornya TPA Cipeucang, DLH Mengaku Belum Diperiksa

Sebelumnya diberitakan Redaksi24.com, TPA Cipeucang di Kecamatan Serpong itu alami longsor pada 22 Mei 2020 lalu. Tragedi yang disebut kejahatan lingkungan oleh sejumlah aktivis lingkungan itu lantaran mencemari Sungai Cisadane yang persis berada di sisi TPA. Diperkirakan, ada 100 ton sampah tumpah ke Sungai Cisadane. 

Longsoran itu, diduga lantaran sheetfile yang baru dibangun enam bulan itu tidak kuat menahan beban sampah yang menumpuk dan air hujan yang mengendap. Kini, tragedi tersebut masih diselidiki oleh aparat penegak hukum (APH) di Kota Tangsel. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.