Kasus Korupsi Rp118 M Bapelkes Krakatau Steel Kembali Disidangkan

oleh -

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Kasus korupsi di Yayasan Badan Pengelolaan Kesejahteraan (Bapelkes) PT Krakatau Steel kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor Serang. Perkara korupsi kerjasama operasi antara Bapelkes KS dengan beberapa perusahaan itu, disebut-sebut telah merugikan negara sebesar Rp118 miliar.

Pada sidang yang digelar Selasa (24/9/2019), menghadirkan terdakwa atas nama Andi Gouw selaku Dirut PT. Bahari Megamas. Andi merupakan orang keempat yang dihadirkan dalam persidangan tersebut.

Sebelumnya, kasus ini telah menyeret tiga nama. Diantaranya, terpidana Ryan Anthoni selaku Dirut PT Novagro Indonesia dan PT Lintas Global Nusantara. Dia telah dijatuhi hukuman oleh majelis hakim selama 10 tahun pejara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan penjara pada Oktober 2018 lalu.

Terdakwa Ryan dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

BACA JUGA:

. Korupsi, 2 Pejabat Krakatau Steel Dibui

. Bendahara Dinas Pendidikan Banten Diperiksa Kejati

. Tiga Kasus Dugaan Korupsi di Banten Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

Kemudian, kasus ini juga menjerat nama Ketua Yayasan Bapelkes KS Herman Husodo. Ia divonis 10 tahun dan denda Rp 250 juta subsider kurungan 4 blan penjara. Lalu  terpidana Triono yang menjabat sebagai Manajer Investestasi divonis 13 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan penjara.

Keduanya dinyatakan telah terbukti secara sah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dalam dakwaan, terdakwa Andi Gouw turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum yaitu menerima investasi kekayaan Bapelkes Krakatau Steel untuk pembiayaan perdagangan dan penjualan batubara sebagaimana Surat Perjanjian Kerja Sama Operasional (KSO).

“Bahwa perbuatan tersebut diatas mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 25 miliar sebagaimana laporan hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara atas kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana prokespen pada Yayasan Bapelkes (KS) Tahun 2013-2014 yang digunakan untuk KSO antara Yayasan Bapelkes Krakatau Steel dan PT. Bahari Megamas.

“Perbuatan terdakwa telah mengakibatkan kerugian negara Rp25 miliar,” kata Jaksa Kejaksaan Agung, Ruri Febrianto membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Serang. (Luthfi/Difa)