Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Tangerang Diklaim Menurun

oleh -
Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Tangerang Diklaim Menurun promotif dan preventif efektif rehabilitasi
KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM - Metode promotif dan preventif menjadi upaya paling efektif dalam pencegahan kekerasan anak. Metode itu terpadu dan komprehensif yang meliputi upaya preventif, represif, terapi dan rehabilitasi.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Metode promotif dan preventif menjadi upaya paling efektif dalam pencegahan kekerasan anak. Metode itu terpadu dan komprehensif yang meliputi upaya preventif, represif, terapi dan rehabilitasi.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati Tangerang, Banten, Mad Romli pada pembukaan Webinar Pencegahan Kekerasan Seksual dan Penyalahgunaan Narkoba pada Anak Di Era 4.0 yang digelar secara virtual di Ruag Rapat Cituis Lt 5 Gedung Bupati Tangerang, Kamis (19/08/2021).

Dia menyebut kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Tangerang menurun. Meski demikian, kewaspadaan harus terus dilakukan secara simultan dan menyeluruh dari seluruh elemen masyarakat.

Dari data yang dihimpun, korban kekerasan anak dan perempuan pada Tahun 2019 jumlahnya 275 kasus. Pada tahun 2020 berjumlah 152 kasus, dan sampai Juli 2021 jumlahnya 76 Kasus.

“Ini patut disyukuri, namun penurunan ini tidak menjadikan semua untuk melonggarkan kewaspadaan untuk terus berperan terhadap perkembangan sosial anak-anak,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kejari Kabupaten Tangerang Libatkan 6 Puskesmas dan 3 Rumah Sakit

Melalui momentum Hari Anak Nasional dan Semangat Kemerdekaan RI, Mad Romli mengajak semua pihak berkolaborasi dan berpartisipasi aktif untuk mewujudkan lingkungan sosial yang baik bagi anak-anak sebagai penerus kepemimpinan dan pembangunan.

“Momentum Hari Anak Nasional melahirkan semangat baru sehingga tidak ada lagi kasus kekerasan dan pelecehan seksual bagi anak dan kaum perempuan, yang saat ini masih kerap ditemui di berbagai media sosial,” ajak Mad Romli.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika mengatakan,  webinar bertujuan untuk mewujudkan tercapainya generasi Anak yang Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul, dan Sehat).

“Ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk terus mengembangkan lingkungan dan lokasi layak serta ramah anak di seluruh Kabupaten Tangerang,” tandas Asep Jatmika.(Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.