Kasus COVID-19 Naik, PTM di DKI Jakarta Dihentikan

oleh -
PTM di DKI Jakarta dihentikan karena kasus COVID-19 meningkat- (ist).

JAKARTA, REDAKSI24.COM- Pembelajaran tatap muka (PTM) yang saat ini tengah berjalan di 266 sekolah di  DKI Jakarta dihentikan, menyusul semakin tingginya kasus COVID-19.

Hal itu terungkap dalam Surat Pemberitahuan Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 8057/-1.851 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana pada Kamis (17/6/2021).

Dalam surat yang ditujukan kepada para Kabid Persekolahan Disdik DKI, para Kasudin Pendidikan Kabupaten/Kota di DKI, para Kasatpel Pendidikan Kecamatan, para Pengawas sekolah, para penilik PAUD dan Dikmas, serta para Kasat Pendidikan Piloting Terbatas dan Campuran Tahap,  Nahdiana meminta uji coba pembelajaran campuran agar dilakukan penuh dalam jaringan atau dari rumah sejak keluar pemberitahuan ini sampai ada putusan lebih lanjut.

Surat yang menindaklanjuti Kepgub Nomor 759 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Berbasis Mikro dan Ingub Nomor 39 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT ini, juga meminta para Kepala Satuan Pendidikan untuk melakukan persiapan mengantisipasi pembelajaran campuran pada tahun pelajaran 2021/2022 yang meliputi edukasi pada peserta didik dan orang tua pendidik tentang disiplin penerapan prokes.

BACA JUGA: Gubernur DKI Jakarta: PTM Saat Ini Baru Sebatas Uji Coba Dan Belum Ada Rencana Pembukaan Sekolah

“Para Kasatpel Pendidikan Kecamatan, Pengawas, dan Penilik agar memberikan pembinaan dan pendampingan pada para kepala satuan pendidikan dan para pendidik untuk mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran campuran yang efektif, kreatif dan memotivasi peserta didik,” ucap Nahdiana dalam surat tersebut.

Surat ini juga meminta para Kabid Persekolahan dan para Kasudin Pendidikan agar melakukan pembinaan serta pemantauan persiapan pelaksanaan pembelajaran campuran tahun pelajaran 2021/2022 pada satuan pendidikan di wilayah masing-masing.

Para Kabid Persekolahan dan para Kasudin Pendidikan juga diminta dalam surat tersebut untuk melaporkan hasil pembinaan dan pemantauannya pada Nahdiana selambat-lambatnya satu pekan sebelum pembelajaran campuran dilaksanakan pada tahun pelajaran 2021/2022.

“Demikian agar menjadi perhatian untuk dilaksanakan dengan tanggung jawab,” tulis Nahdiana dalam surat yang juga ditembuskan pada Gubernur Anies Baswedan, Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria dan pejabat tinggi DKI Jakarta lainnya yang terkait itu.

Dihentikannya uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di 226 sekolah di Ibu Kota juga diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti yang menyebut alasannya karena lonjakan kasus COVID-19 di Jakarta.

“Dengan kondisi saat ini dan rapat bersama antar satgas kita putuskan saat ini piloting tatap muka tidak dilanjutkan. Sambil menunggu situasi di DKI Jakarta,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta di YouTube BNPB Indonesia, Kamis.

Widyastuti menjelaskan awalnya Pemprov DKI sempat melaksanakan uji coba pembukaan sekolah ketika saat kasus COVID-19 melandai. Saat itu sebanyak 83 sekolah melaksanakan pilot project PTM dengan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19 ketat.

“Pada saat berjalan baik, kita buka peningkatan 143 sekolah. Sama prokes ketat, guru, orang tua murid sudah divaksin dan masuk seminggu dua kali,” jelasnya.

Diketahui, dalam sepekan terakhir kasus Corona mengalami lonjakan drastis. Merujuk pada data BNPB sepekan terakhir, kasus tambahan Corona di Jakarta naik signifikan yang terlihat pada data berikut:

7 Juni: 1.197

8 Juni: 755

9 Juni: 1.376

10 Juni: 2.091

11 Juni: 2.293

12 Juni: 2.455

13 Juni: 2.769

14 Juni: 2.722

15 Juni: 1.502

16 Juni: 2.376

17 Juni: 4.144

(Ricky Prayoga/Ant/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.