Kasus COVID-19 Meningkat, Ratusan Warga Lebak Jalani Isolasi

oleh -
warga lebak banten kasus covid-19 isolasi mandiri perawatan medis satgas covid-19 zona orange
Ilustrasi Positif COVID-19 - Pasca Lebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Lebak, Banten meningkat, ratusan warga harus menjaani perawatan medis dan isolasi mandiri, Minggu (20/6/2021).

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Sebanyak 356 warga Kabupaten Lebak, Banten hingga kini masih menjalani perawatan medis dan isolasi mandiri akibat terpapar COVID-19. Sampai Sabtu (19/6/2021), kasus Covid-19 di kota multatuli itu jumlahnya tembus 3.889 orang. Dari jumlah itu sebanyak 3.480 pasien dinyatakan sembuh.

“Dari jumlah orang yang terpapar virus corona, sebanyak 76 orang meninggal dunia,” kata Juru Bicara  Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak, Firman Rahmatullah kepada wartawan di Lebak, Minggu (20/6/2021).

Dia mengatakan, pasca Lebaran 2021 terjadi lonjakan kasus penularan COVID-19 di Kabupaten Lebak. Sehingga daerah pimpinan Iti Jayabaya itu menjadi zona orange dari sebelumnya zona kuning.

“Peningkatan kasus Covid-19 akibat penyebaran klaster keluarga, karena mereka banyak yang mendatangi obyek wisata,” ungkapnya lagi.

Kemungkinan mereka tidak menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

“Kami minta masyarakat agar membudayakan protokol kesehatan guna mengendalikan pandemi COVID-19,” katanya.

BACA JUGA: Keren, Pendapatan Kelompok Tani Suka Bungah Lebak Tembus Rp 2,4 Miliar per Bulan

Menurut dia, penyebaran virus corona di Kabupaten Lebak hingga kini terus meningkat. Berdasarkan data Jumat (18/6/2021) tercatat sebanyak 3.818 orang dan di antaranya 3.640 orang dinyatakan sembuh, 287 orang menjalani isolasi dan perawatan medis serta 71 orang dilaporkan meninggal dunia.

Sedangkan, kata dia, data penyebaran COVID-19 pada Sabtu (29/6/2021) meningkat hingga mencapai 3.889 orang dan 3.480 orang dinyatakan sembuh serta 356 orang menjalani perawatan medis dan isolasi mandiri serta 76 orang meninggal dunia.

“Saya kira peningkatan corona itu tentu masyarakat harus sadar protokol kesehatan, ” katanya.

Ia mengatakan, untuk pengendalian virus corona kini dioptimalkan pelayanan 3T, yakni Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan), dan Treatment (pengobatan). Pelayanan 3T untuk menemukan kasus baru dan mereka yang memiliki gejala virus corona dilakukan rujukan ke RSUD Banten, sedangkan tanpa gejala menjalani isolasi mandiri.

Selain itu juga pihaknya akan melakukan tracking terhadap ruang lingkup pasien yang dinyatakan positif COVID-19. Pelaksanaan tracking dan penyelidikan epidemiologi untuk mencari kontak erat kasus dan melakukan swab terhadap warga yang kontak badan dengan yang sebelumnya dinyatakan positif corona.

“Kami menggratiskan biaya tes usap itu untuk mencegah penyebaran COVID-19,” katanya.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.