Kasus Covid-19 Meningkat, Area Publik dan Tempat Hiburan di Ibu Kota Banten Ditutup

  • Whatsapp
ibu kota banten, covid-19, area publik, tempat hiburan, kota serang,
Wali Kota Serang,, Syafrudin memberlakukan PPKM di Ibu Kota Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Menyusul status zona merah Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menutup seluruh area publik dan tempat hiburan serta fasilitas olahraga yang ada di Ibu Kota Banten itu.

Penutupan tersebut diberlakuan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai upaya menekan penularan COVID-19 yang terus meningkat di daerah itu.

Bacaan Lainnya

“Tempat hiburan, fasilitas olahraga, dan area publik seperti alun-alun kami tutup,” tegas Wali Kota Serang Syafrudin di Kota Serang, Sabtu (30/1/2021).

Ia mengharapkan penutupan sejumlah objek publik tersebut dapat mencegah terjadinya kerumunan masyarakat.

Ia juga mengemukakan pentingnya meningkatkan kesadaran untuk menjaga jarak guna mencegah penularan virus corona jenis baru itu.

BACA JUGA: Kasus Stunting di Kota Serang Diklaim Menurun

Pemerintah Kota Serang mengeluarkan kebijakan melalui Instruksi Wali Kota Serang Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPKM tertanggal 26 Januari 2021.

“Kami juga menekankan kepada Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 sampai tingkat RT di kecamatan/kelurahan yang ada di Kota Serang agar bisa menyosialisasikan keputusan wali kota yang sudah ditandatangani,” katanya.

Ia juga meminta para pelaku usaha di Ibu Kota Banten untuk mematuhi instruksi tentang pembatasan jam operasional usaha sampai pukul 19.00 WIB.

“Kemudian untuk restoran, kafe, mal, dan lainnya diberlakukan sama dengan dibatasi jam operasionalnya,” ujarnya.

Terkait dengan kegiatan masyarakat lainnya, seperti acara keagamaan dan pesta pernikahan akan dibatasi jumlah kapasitasnya sampai 30 hingga 50 persen dari total kapasitas ruangan.

“Kalau di perkantoran atau pelayanan publik di pemerintahan kami terapkan WFH dan WFO itu dibatasi 75 persen atau 25 persen. Artinya 25 persen masuk, 75 persennya kerja di rumah,” tandas Syafrudin.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.