Kasepuhan Guradog Gelar Ngarengkong

  • Whatsapp
NGARENGKONG : Masyarakat adat Kasepuhan Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten tengah memasukan hasil panen padinya ke leuit atau yang biasa disebut Ngarengkong, Rabu (8/5/2019). Foto : Deddy Sofyan.

LEBAK,R24—Ribuan masyarakat adat Kasepuhan Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten, turun ke sawah untuk melaksanakan ritual ‘ngarengkong’. Ritual ini merupakan suatu kegiatan mengangkut padi dari sawah untuk dipindahkan ke lumbung padi yang biasa disebut leuit. Dengan diiringi berbagai macam bunyi-bunyian dan tarian lokal, masyarakat nampak antusias membawa padi dari sawah yang berjarak kurang lebih 1 km dari perkampungan.

Menurut Kasepuhan Adat Guradog Abah Ono, ritual ‘ngunjal pare ti sawah’ (mengambil padi dari sawah-red) merupakan budaya yang sudah dilaksanakan secara turun temurun di wilayah kasepuhan Guradog, serta acara ini merupakan sukuran atas hasil panen dari seluruh masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini panen yang dilaksanakan oleh masryarakat kasepuhan mengalami peningkatan, dibandingkan tahun sebelumnya, dimana tahun ini mencapai 10 ton dari 1 hektar sawah yang terletak di blok Seuseupan,” ujar Abah Ono.

Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi yang juga selaku Putra Adat Kasepuhan Guradog mengatakan, ritual tahunan yang dilaksanakan hari ini lebih meriah dari sebelumnya. Ia berharap ritual adat yang sudah dilaksanakan berratus tahun lalu dapat terus dilestarikan oleh gernerasi sekarang.

Sementara Kabid Destinasi Dinas Parawisata Lebak, Darman mengatakan, acara ritual yang digelar tiap tahun oleh masyarakat Kasepuhan, dapat dimasukan kedalam kalender even wisata, pasalnya hal itu akan menjadi daya tarik baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing.

 “Diharapkan kedepannya menjadi event tahunan untuk peningkatan destinasi wisata, ritual Ngarengkong ini akan dimasukkan dikalender wisata, karena budaya Ngarengkong ini salah satu ritual yang sangat unik dan menarik,” kata Darman.

Seperti diketahui, ribuan masyarakat di Guradong patuh dan memegang teguh adat budaya maka dari itu antusias masyarakat Guradong sangat tinggi untuk ikut serta ritual ngarengkong. Padi yang dihasilkan dari ritual ngarengkong tidak boleh diperjual belikan, padi tersebut disimpan di lumbung padi untuk cadangan atau untuk dipakai ketika ada acara-acara adat di desa Guradog.(gel)

  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.