Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Akan Sanksi Tegas Anggotanya Yang Dapat “Jatah” Galian Tanah

oleh -
Kasatpol PP Kabupaten Tangerang
Kasat Pol PP Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi Santosa.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Kasat Pol PP Kabupaten Tangerang Bambang Mardi Santosa tak akan mentolerir anak buahnya yang menjadi beking dalam praktik galian tanah dan tambang ilegal. Dirinya juga mengaku siap memberi sanksi tegas apabila ada anggota Satpol PP yang terbukti mendapat ‘jatah’ dari praktik penambangan liar, Selasa (28/1/2020).

“Kalau memang ada cari sampai ketemu oknumnya. Tidak akan ditolelir dan akan diberikan sangsi tegas,” cetus dia kepada Redaksi24.com

Mantan Kadishub Kabupaten Tangerang ini juga menjelaskan jika pada Perda RT RW Kabupaten Tangerang segala macam kegiatan penambangan liar tidak diperbolehkan beroperasi. Karena itulah setiap galian tanah tak pernah mendapat surat izin.

“Makanya nggak ada satu pun yang dapat izin karena memang ada aturan yang tidak memperbolehkan,” kata dia.

Terkait galian tanah di Kampung Kadeper, Bambang mengatakan hari ini (Selasa, 28/1/2020), pihaknya akan bertemu dengan pengelola galian termasuk Kades dan Camat Tigaraksa guna membahas lokasi galian tanah yang dianggap sudah meresahkan warga tersebut.

“Akan ada tindakan lebih lanjut akan kita proses, karena sudah disegel dia membuka segel berartikan dia melanggar,” tegasnya.

BACA JUGA:

Galian Tanah ilegal di Kampung Kadeper Resahkan Warga

Sementara itu, SMN (39) yang ingin namanya disamarkan itu mengatakan, jika ada oknum Pol PP dari Kecamatan yang melindungi praktik liar pengerukan tanah tersebut agar terus bisa beroperasi. Kata dia, setiap minggunya anggota Satpol PP yang belum diketahui nama dan tempatnya bertugas ini mendapat jatah sekitar lima juta rupiah dari pengusaha galian tanah.

“Setiap di operasi bocor, diinfokan sama dia (Oknum Pol PP) suruh dikosongkan tapi beberapa hari lagi pasti buka lagi,” tandasnya (Ricky/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.