Karyawan PT PEMI Balaraja Terpapar Covid-19, DPRD Minta Perusahaan Harus Patuhi Pergub PSBB

  • Whatsapp
Covid-19
Ilustrasi Covid-19.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Komisi II, Deden Umardani menanggapi soal adanya surat dari salah satu dokter terkait pasien positif corona yang meninggal dunia di PT PEMI Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kata Deden, jika hal tersebut benar terjadi maka pihak perusahaan harus segera menghentikan aktifitasnya, sesuai apa yang di atur dalam Pergub PSBB Provinsi Banten.

Bacaan Lainnya

Sesuai pasal 11, sambung Deden, dalam hal di temukan karyawan yang menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) aktifitas perusahan tersebut harus di hentikan selama 14 hari kerja, dan segera melakukan langkah-langkah upaya pencegahan penyebaran penularan Covid 19.

“Gugus tugas harus memastikan apa yang sudah diatur dalam PSBB apa sudah dilakukan oleh perusahaan,” kata Deden saat dikonfirmasi Redaksi24.com, Minggu (26/4/2020).

Ia melanjutkan, pihak perusahaan dipastikan harus segera melakukan rapid tes mandiri kepada pekerjanya sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan sesuai Peraturan Gubernur No. 6 tahun 2020 tentang PSBB bagian ketiga “pembatasan aktifitas kerja di tempat kerja” pasal 9.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar segera bisa diketahui apakah ada pekerja lain yang cenderung atau mengalami gelaja Covid-19, agar nanti dapat segera dilakukan isolasi terhadap pekerja yang hasilnya reaktif.

“Isolasi terhadap para pekerja dapat di lakukan di wisma anabatic. Hal ini harus segera dilakukan untuk memutus mata rantai penularan covid-19,” kata Deden

Deden juga menegaskan, gugus tugas juga harus memastikan hal-hal yang sudah disyaratkan dalam PSBB terkait protokoler pencegahan penularan pada perusahaan yang masih beroperasi apa benar-benar dilaksanakan.

Kata dia, kejadian ini harus jadi pembelajaran penting dalam pelaksanaan PSBB di kabupaten Tangerang yang masih sangat lemah. Deden menilai, para pihak sebagai pelaksana monitoring dan evaluasi lapangan pelaksanaan PSBB sangat tidak maksimal dalam melaksanakan tugasnya dan ini harus segera di perbaiki.

“Jika pada pelaksanaan PSBB terus seperti ini besar kemungkinan bukan hanya harus diperpanjang masa PSBB, tapi juga akan semakin banyak masyarakat yang tertular covid 19,” ujar Deden

Ia menambahkan, bahwasannya semua pihak harus serius dan benar-benar bekerja, mengingat ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap upaya penyelamatan masyarakat kabupaten Tangerang dari penularan virus corona.

“Jika terus terusan tidak serius jangan sampai masyarakat menilai sengaja di korbankan agar tertular,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Jumlah PDP Meninggal Dunia di Kabupaten Tangerang Meningkat

Dampak Covid-19, 50 Persen Pabrik di Kabupaten Tangerang Rumahkan Karyawannya

Dihubungi terpisah, Camat Balaraja Yayat Rohiman mengaku sudah mendapat informasi adanya karyawan PT PEMI yang terpapar Covid-19. Berdasarkan info dari dokter perusahaan melalui puskesmas, mulai besok seluruh karyawannya akan diliburkan.

“Besok saya akan cek ke perusahaannya termasuk koordinasi dengan pihak perusahaan terkait rapid tesnya,” singkat Yayat

Sementara itu, Anggota Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi membenarkan soal adanya karyawan PT PEMI yang meninggal karena terpapar Covid-19.

Hanya saja, menurut Hendra dua karyawan yang meninggal dunia tersebut masih berstatus PDP.
“Bukan Positif tapi PDP,” tandas Hendra

Ia menambahkan, menindaklanjuti kejadian tersebut tim gugus dan pihak perusahaan sudah melakukan rapid tes kepada 75 orang karyawan. Hasilnya, kata Hendra, 5 orang reaktif Covid-19.

“5 Reaktif dan menunggu hasil swab,” tukasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.