Karopenmas Polri: Polisi Tidak Akan Pandang Bulu Tangani Kasus Penyiraman Novel

  • Whatsapp
Karopenmas Polri, Brigjen Argo Yuwono.

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Argo Yuwono mengatakan pelaku penyiraman Novel Baswedan, RB dan RM akan dibawa ke Badan Reserse Kriminal Polri di Jalan Trunojoyo No.3, Jakarta Selatan untuk dilakukan pemeriksaan.

” Hari ini, Sabtu (28/12/2019) pelaku dibawa ke Bareskrim Polri untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Bacaan Lainnya

Argo menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, kedua tersangka akan ditahan sementara di rumah tahanan (Rutan) Mabes Polri. “Mulai hari ini sudah dilakukan penahan kepada tersangka selama 20 hari ke depan.
Dan proses penyidikan masih terus berlanjut,” Kata Argo.

Lebih jauh Argo menambahkan, pembuktian dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, nantinya akan dilanjutkan ke Pengadilan untuk disidangkan.

Argo juga memastikan, polisi tidak akan pandang bulu menangani kasus penyiraman terhadap Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan. Apabila nantinya secara hukum terbukti ada orang lain yang terlibat, pasti dirindak lanjuti.

“Seandainya nanti ada fakta hukum, kemungkinan ada orang lain yang terlibat kita proses. Tapi kalau tidak ada gak bisa juga diada- adakan,” kata Argo sembari menambahkan hasil dari pemeriksaan sementara, dalam penyiraman itu RM yang menyetir motor dan RB yang menyiram.

BACA JUGA:

Pelaku Penyiraman Novel Baswedan Akhirnya Berhasil Dibekuk

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis mendorong Bareskrim Polri untuk melakukan penyidikan terhadap RB dan RM, dengan mengedepankan asas transparansi. Idham juga mengungkapkan dirinya prihatin karena kasus tersebut melibatkan dua anggota Polri.

“Saya sudah perintahkan Kabareskrim bersama Kapolda Metro Jaya untuk melakukan penyidikan yang transparan dan beri waktu penyidik melakukan proses penyidikan,” kata Kapolri. (Alfin/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.