Kapolri Keluarkan Telegram Netralitas Polisi di Pilkada 2020

  • Whatsapp
Kapolri Jendral Idham Azis mengeluarkan surat telegram terkait netralitas Polri di Pilkada

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengeluarkan Surat Telegram Nomor STR/800/XI/HUK.7.1./2020 tertanggal 20 November 2020 tentang Netralitas Anggota Polri dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengakui adanya surat telegram terkait netralitas itu. “ Ya benar,”ujarnya saatdi konfrmasi wartawan di Jakarta, Ahad.

Bacaan Lainnya

Surat telegram ditandatangani Kadiv Propam  Brigjen Pol Ferdy Sambo mewakili Kapolri Jenderal Idham Azis.

Dalam surat telegram Kapolri disebutkan bahwa anggota Polri dilarang untuk membantu deklarasi pasangan calon pilkada, meminta sumbangan, memasang atribut pasangan calon pilkada dan mempromosikan pasangan calon tertentu.

BACA JUGA:Kapolri Copot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar Karena Ini!

Kemudian anggota korp Bhayangkara  juga tidak boleh melakukan foto bersama dengan pasangan calon pilkada atau berfoto dengan gaya yang identik dengan paslon tertentu.

Anggota Polri dilarang memberikan dukungan politik, menjadi pengurus, memberikan keuntungan atau fasilitas pada paslon tertentu dan melakukan black campaign.

Sedangkan dalam penyelenggaraan perhitungan suara pilkada, anggota polisi tidak boleh memberikan informasi terkait perhitungan suara dan menjadi anggota KPU atau Bawaslu.

Guna mengawasi kenetralan anggotanyai, Kapolri dalam surat telegram itu juga meminta agar pengawasan internal ditingkatkan dan segera melakukan pelaporan jika ada anggota polisi yang melakukan pelanggaran.

BACA JUGA:Polri Minta Massa Pendukung Bersikap Tertib Saat Jemput Habib Rizieq

Kapolri menegaskan, terhadap anggota Polri yang melanggar akan ditindak secara tegas.

Dalam telegram itu dinyatakan pula bahwa  Kapolri meminta kepada Bhayangkari yang memiliki hak suara agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang tersebut karena dapat berpengaruh terhadap institusi Polri.(Jay De Menes/ANTARA)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.