Kapolri Instruksikan Jajarannya Berantas Tuntas Mafia Tanah

  • Whatsapp
Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, mafia tanah, administrasi pertanahan, instruksi presiden, Mabes Polri,
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI saat gelar Rapim TNI-Polri.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Mafia tanah saat ini sudah menjadi momok menakutkan bagi rakyat, terutama bagi warga yang awam terhadap administrasi pertanahan. Karena itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran-nya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus mafia tanah di seluruh Indonesia.

Upaya ini sejalan dengan instruksi dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang fokus untuk memberantas praktik mafia tanah di seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian khusus Presiden dan saya diperintahkan Presiden untuk usut tuntas masalah mafia tanah,” tegas Jenderal Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Karena itu pihaknya menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk bekerja secara maksimal dalam memroses hukum kasus-kasus mafia tanah. Sebagai aparat penegak hukum, Sigit menyebut polisi harus menjalankan tugasnya untuk membela hak-hak masyarakat.

“Saya perintahkan untuk seluruh anggota di seluruh jajaran untuk tidak ragu-ragu dan usut tuntas masalah mafia tanah. Kembalikan hak masyarakat, bela hak rakyat, tegakkan hukum secara tegas,” kata mantan Kapolda Banten tersebut.

BACA JUGA: Kasus Dino Patti Djalal Jadi Momentum Ungkap Tuntas Mafia Tanah Nasional

Dia juga menegaskan kepada jajarannya untuk menindak siapa pun aktor intelektual dibalik sindikat mafia tanah.

“Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian Presiden, saya minta untuk jajaran tidak perlu ragu, proses tuntas, siapapun bekingnya,” kata mantan Kabareskrim Polri itu.

Menurut dia, pemberantasan mafia tanah merupakan bagian dari program Presisi atau pemolisian prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.

“Sebagaimana program Presisi, proses penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu,” kata Sigit.

Pada tahun 2020, Bareskrim Polri melalui Satgas Mafia Tanah, tercatat menyidik 37 perkara. Sementara itu, delapan perkara dalam proses penyelidikan. Dari penyidikan itu, 12 kasus di antaranya sudah dilakukan pelimpahan tahap II, enam perkara dinyatakan lengkap atau P-21 dan empat kasus diantaranya proses P-19 serta tiga kasus SP3.

Kemudian Polda Metro Jaya menangkap satu sindikat mafia tanah. Komplotan tersebut bekerja dengan memalsukan akta tanah dan membuat KTP-e ilegal. Atas peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian ratusan miliar rupiah.

Saat ini polisi juga sedang mengusut kasus sindikat mafia tanah yang diduga menipu terkait sertifikat ibunda dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Polisi sejauh ini sudah menetapkan 12 orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Polda Metro Jaya saat ini telah menerima tiga laporan dalam kasus itu.

Laporan pertama dilakukan pada April 2020 terkait rumahnya di Pondok Indah. Laporan kedua pada November 2020 terkait rumahnya di Kemang dan ketiga pada Januari 2021 yang masih dalam proses penyidikan.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.