Kapolres Sebut Ratusan Karyawan Hotel dan Restoran di Cilegon Terdampak Covid-19

  • Whatsapp
Polres Cilegon
Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Akibat dampak Corona virus disease atau Covid-19, sejumlah karyawan dari beberapa hotel dan restoran di Kota Cilegon telah dirumahkan. Hotel dan restoran yang telah merumahkan sebagian karyawan diantaranya, Hotel Gondang, Hotel Amaris, Hotel Sari Kuring Indah, Restoran Simpang Raya dan Restoran  Amirang serta lainnya yang ada di Kota Cilegon.

Kondisi itu disampaikan Kapolres Kota Cilegon AKBP Yudhis Wibisana. Menurut dia, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak hotel dan restoran, pertanggal 1 April 2020 ada sekitar 200 karyawan hotel dan retoran yang telah dirumahkan akibat Covid-19.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, kata dia, pihak hotel dan restoran masih beroperasi dengan mengurangi jam operasional. Manajemen melakukan pembagian kerja dengan 2 shift  kepada karyawannya, dari sebelumnya 3 shift operasional.

“Dari hasil kordinasi dengan pengelola hotel dan restoran sudah ada ratusan karyawan yang telah dirumahkan akibat dampak Covid 19,” kata Yudhis kepada wartawan, Senin (20/4/2020).

Ia juga menjelaskan, ratusan karyawan hotel dan restoran yang telah dirumahkan itu akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. “Tentunya hal itu menjadi PR (Pekerjaan Rumah) Pemkot Cilegon, terlebih mereka itukan warga Cilegon,” jelasnya.

BACA JUGA:

. ODP di Kota Cilegon Bertambah, Semoga Tidak Ada yang Positif

. Meski Omzet Merosot Akibat Covid-19, Eiger Store Cilegon Tetap Berikan Diskon 50%

. Terpukul Covid-19, Omzet Pedagang Pasar Tradisional di Cilegon Anjlok

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Sari Suryati mengaku belum menerima data pasti terkait sudah banyaknya karyawan hotel dan restoran yang telah dirumahkan akibat wabah Covid 19 di Kota Cilegon. Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan arahan dari tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Cilegon.

“Kami belum teerima datanya dan kami belum hitung anggaran untuk itu,” ujarnya.

Terkait dampak Covid-19 di Kota Cilegon, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok, menurut Sari, pihaknya telah memiliki stok pangan sebanyak 200 ton.

‌”Sebanyak 100 ton dari APBN akan diberikan kepada pasien ODP dan PDP Covid-19.  Sedangkan 100 ton dari APBD akan dijadikan sebagai stok untuk warga yang belum tercover pemerintah,” jelasnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.