Kapolres Metro Tangerang Kota Bakal Tertibkan Ormas di Tangerang

oleh -
Kapolres Metro Tangerang Kota Bakal Tertibkan Ormas di Tangerang
Ilustrasi/net.

TANGERANG,REDAKSI24.COM–Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima mengaku akan menertibkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang melakukan aksi premanisme di wilayah hukumnya. Menurut Deonijiu langkah ini dilakukan agar bentrokan ormas seperti Pemuda Pancasila (PP) dengan Forum Betawi Rempug (FBR) yang terjadi beberapa waktu lalu di Tangerang tidak terulang lagi.

“Kedepan kita akan menertibkan pada mereka (ormas-red). Kita juga sudah komunikasi pada pimpinan ormas ini untuk mengerem bawahan-bawahan atau anggota untuk tidak melakukan tindakan kriminal,” ujar pria yang akrab disapa Doni ini kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

BACA JUGA: Bentrokan Antar Ormas di Ciledug, 3 korban Luka Bacok dan 4 Orang Lainnya Diciduk

Pria lulusan Akademi Polisi (Akpol) 1996 ini menegaskan akan menindak tegas segala bentuk tindak yang melukai orang lain. Para pelaku premanisme ini dipastikan akan mendapatkan sanksi pidana sesuai dengan  undang-undang yang berlaku.

“Maka pihak kepolisian akan menindak tegas pada oknum-oknum melakukan tindak kriminal, karena itu sudah masuknya tindakan premanisme,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Tersangka Bentrokan Antar Ormas di Ciledug Menjadi 4 Orang

Sebelumnya jajaran Polres Metro Tangerang Kota telah menetapkan empat tersangka dalam kasus bentrokan antar ormas yang terjadi di Pasar Lembang, Kota Tangerang pada Jumat, (19/11/2021) malam ini.  Kini, dua orang kembali ditetapkan sebagai tersangka.

Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan seluruh tersangka merupakan anggota Pemuda Pancasila.

BACA JUGA: Pemalakan Terhadap PKL Yang Diduga Dilakukan Ormas di Kota Tangerang Resahkan Masyarakat

“Update terbaru nambah dua, total empat orang tersangka semuanya dari PP. Sedangkan dari FBR masih berstatus saksi,” kata Abdul Rachim saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/11/2021).

Abdul Rachim menjelaskan para pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Sedangkan 1 orang tersangka dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

“Ketiga tersangka berinisial K, O, dan Z dikenai Pasal 170 KUHP. Satu sisanya berinisial R disangkakan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” jelasnya. (Hendra)

No More Posts Available.

No more pages to load.