Kapolda Banten Minta Maaf Pada Mahasiswa Yang Dibanting Anggotanya

oleh -
Oknum polisi banting mahasiswa saat demo di HUT Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM– Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto bersama Kabid Propam Polda Banten Kombes Nursyah Putra dan Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengunjungi Polresta Tangerang untuk bertemu langsung dengan M. Faris Amrullah (21), dan orangtuanya untuk meminta maaf atas perlakuan oknum Polresta Tangerang pada saat pengamanan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang,Ahmed Zaki Iskandar  pada Rabu (13/10/2021).

“Atas nama Polda Banten, saya meminta maaf kepada adik Faris dan ayahanda yang mengalami tindakan kekerasan oleh oknum Polresta Tangerang pada saat pengamanan aksi unjuk rasa. Kami pastikan ada sanksi tegas terhadap oknum tersebut yang saat ini sedang dalam pemeriksaan oleh Divisi Propam Polri dan Bidpropam Polda Banten,” kata Rudy.

Dan Untuk memastikan kesehatan Faris, Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro langsung membawanya ke Rumah Sakit Harapan Mulia Tigaraksa. Disana korban langsung ditangani oleh dr Florentina.

“Kami bertanggung jawab penuh atas kesehatan Faris dengan membawanya ke rumah sakit untuk pengecekan fisik dalam dan thorax. Alhamdulillah hasilnya baik, kesadaran composmentis atau sadar penuh dan suhu badan normal.  Faris juga  diberi obat-obatan dan vitamin,” jelas Wahyu. 

BACA JUGA: HUT kabupaten Tangerang Ricuh, Mahasiswa Bentrok Dengan Polisi

Wahyu juga membenarkan bahwa terdapat 19 peserta aksi yang dibawa ke Polresta Tangerang untuk dimintai keterangan, termasuk koordinator lapangan aksi, Faturahman (25). 

BACA JUGA: Kapolresta Tangerang Akan Tindak Tegas Anggotanya Yang Terbukti Melakukan Kekerasan 

Berdasarkan informasi dari personel pengamanan aksi unjuk rasa di lapangan, ketegangan terjadi saat tim negosiator Polresta Tangerang meminta perwakilan mahasiswa untuk bertemu dengan pejabat Kesbangpol Linmas Pemkab Tangerang, namun massa aksi meminta hadirnya Bupati Tangerang secara langsung, dan permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena Bupati Tangerang sedang dalam mengikuti rangkaian kegiatan perayaan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke 389.

BACA JUGA: Oknum Polisi Yang Banting Fariz Saat Demo di HUT Kabupaten Tangerang Minta Maaf

“Massa aksi mendorong personel pengamanan, dan personel bereaksi dengan mengamankan massa pengunjuk rasa sehingga terjadi ketegangan di lokasi aksi,” terang Wahyu.

Terhadap aksi ini dipastikan tidak ada Surat Tanda Pemberitahuan yang dikeluarkan dari Satuan Intelkam Polresta Tangerang, karena wilayah Kabupaten Tangerang masih dalam kondisi PPKM level 3. “Benar, aksi tersebut tidak memiliki STP karena masih dalam status PPKM level 3,” kata Wahyu.

Karena itu, anggota aksi lansung digiring ke Polres Tangerang.Setibanya di Polresta Tangerang, ke 19 peserta aksi langsung dilakukan pemeriksaan swabtest rapid antigen oleh tim dokter Polresta Tangerang, dan hasilnya menyatakan tidak ada peserta aksi yang reaktif Covid-19. 

Selain itu juga, dilakukan pemeriksaan urine dengan hasil 3 diantaranya false positif dan akan didalami lebih lanjut dengan test konfirmasi di Pusdokkes Polri untuk memastikan ada tidaknya unsur narkoba. “Pelayanan kesehatan terhadap peserta aksi lainnya akan diberikan oleh tim dokter Polresta Tangerang,” kata Wahyu.

Terhadap oknum Brigadir NP yang membanting Fariz, kata dia, pihaknya masih  melakukan pemeriksaan secara intensif oleh Divisi Propam Polri dan Bidpropam Polda Banten, “Kapolda Banten telah secara tegas menyatakan akan menindak dan memberi sanksi yang berat terhadap personil yang melakukan pengamanan aksi unjuk rasa di luar prosedur pengamanan,” tutup Wahyu. (Burhan/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.