Kapal Nelayan Labuan Dihantam Gelombang, 10 ABK Dinyatakan Hilang

  • Whatsapp
ABK Nelayan pandeglang hilang
Tim SAR lakukan penyisiran di sekitar lokasi terbaliknya kapal nelayan.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 16 orang nelayan dari wilayah Kecamatan Labuan, Pandeglang, alami kecelakaan laut saat melakukan aktivitas penangkapan di perairan laut Selat Sunda, tepatnya antara Pulau Panaitan  –  Rakata, akibat kejadian itu sebanyak 6 nelayan berhasil ditemukan dan 10 orang lainnya masih dalam pencarian tim Basarnas.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun pada  Kamis (18/6/2020) pagi, ke 16 nelayan itu berangkat mencari ikan dengan menggunakan kapal KM Puspita Jaya menuju Pulau Rakata dan tiba sekitar menjelang waktu dzuhur.

Bacaan Lainnya

Di lokasi, para nelayan sempat melakukan penangkapan ikan, dan ikan yang sudah dihasilkan sekitar 6 kuintal. Namun tiba – tiba ada gelombang tinggi dan menghantam kapal nelayan tersebut hingga terbalik.

Para nelayan berusaha menyelamatkan diri  berenang menuju Pulau Panaitan. Karena tidak mampu berenang hingga pulau tersebut, 6 orang diantaranya kembali ke kapal dan diselamatkan oleh kapal pesiar. Sedangkan 10 orang lainnya terus berenang menuju pulau Panaitan.

Kemudian keenam orang yang di selamatkan kapal pesiar itu, dijemput oleh tim SAR untuk di kembalikan ke keluarganya di Labuan. Mereka adalah, Durja (nakhoda) (31), Sanan (35), Dede Juri (24), Aji Alamsyah (21), Ashan dan Ako (21) warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan.

Adapun 10 nelayan lainnya belum diketahui  nasibnya. Mereka masih dalam pencarian Tim SAR. Ke 10 orang itu adalah, Jamal, Wawan, Sancan, Acuy, Rasmin, Suri, Udi, Boler, Tastirah dan Joni.

Salah seorang nelayan yang berhasil selamat, Sanan mengatakan, ia bersama para nelayan lainnya berangkat dari Dermaga Teluk menuju perairan laut Rakata. Setibanya di lokasi, mereka sempat menangkap ikan dan sudah mendapatkan sekitar 6 kuintal. Namun kata dia, saat menurunkan jaring terakhir tiba – tiba ada gelombang tinggi menghantam kapal hingga terbalik.

“Pada saat itu cuaca lumayan bagus tidak ada hujan maupun angin kencang. Namu tiba-tiba gelombang tinggi datang dan menghantam kapal kami secara tiba – tiba,” kata Sanan.

Kepala Basarnas Banten, Jaenal Arifin mengatakan, hingga saat ini tim masih melakukan pencarian terhadap 10 orang nelayan dengan mengerahkan satu kapal dari Basarnas Banten dan satu kapal lagi dari Basarnas Lampung. Selain itu dibantu pula oleh tim dari Jakarta dan Trisula.

“Kalau menurut cerita dari nelayan yang selamat. Ke 10 nelayan itu berenang menuju Pulau Panaitan, makanya tim menyisir di sekitaran Pulau Rakata dan Panaitan,” ujarnya.

Ditanya bagaimana kondisi cuaca di perairan Laut Selat Sunda sekarang ini. Kalau menurut prediksi dari BMKG memang gelombang tinggi sampai 4 meter dan perlu diwaspadai. Adapun target pencarian yang dilakukan selama tiga hari ke depan.

“Jika hari ini belum ditemukan juga, kami akan lakukan evaluasi terlebih dahulu dan besok akan dilakukan pencarian lagi. Dan kami juga akan menginformasikan kepada setiap pengguna kapal yang melintas di perairan laut Selat Sunda, agar ketika menemukan nelayan segera menginformasikan kepada kami,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Aan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.