Kampus Unma Pandeglang Didemo Mahasiswanya

  • Whatsapp
Unma Pandeglang
Mahasiswa Unma Pandeglang menggelar orasi di depan kampusnya menuntut keringanan uang kuliah selama pandemi covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ratusan mahasiswa Universitas Mathlaul Anwar (Unma) Pandeglang, Banten, melakukan aksi unjukrasa di depan gedung kampusnya sendiri, Senin (8/6/2020).

Selain menuntut penyelesaian akreditasi sejumlah Prodi, mahasiswa juga mendesak agar pihak kampus mencabut SK Pjs BEM Unma serta menuntut kebijakan pembiayaan kuliah selama masa pandemi covid-19.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi, selama kurang lebih satu jam para mahasiswa melakukan orasi di depan Gedung Kampus Unma, dengan dikawal petugas Polres Pandeglang. Tidak lama kemudian, para pengunjukrasa ditemui salah seorang pengelola Kampus Unma untuk memberikan penjelasan terhadap apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa tersebut.

Namun para mahasiswa tidak merasa puas dengan apa yang disampaikan pihak kampus. Mereka menilai yang menjelaskan itu bukan orang yang berkompeten untuk menjawab semua tuntutan mahasiswa.

Salah seorang orator dalam aksi demo tersebut, Sella Zelin mengatakan, para mahasiswa membutuhkan kebijakan rektorat yang berpihak pada mahasiswa. Sebab sejauh ini, ia menilai kebijakan pihak kampus tidak berpihak kepada para mahasiswa.

Selain itu, pihaknya menginginkan agar akreditasi kampus segera diselesaikan, agar status ,mahasiwa diakui secara jelas. Selama ini, kata dia, masih ada Prodi yang belum terakreditasi. Bahkan  ada mahasiswa yang pindah dari Unma karena akreditasinya tidak jelas.

“Maka dari itu kami menuntut agar Kampus Unma secepatnya menempuh akreditasi,” ungkap Sella dalam orasinya.

Dikatakannya, dengan adanya sejumlah Prodi yang belum terakreditasi, artinya mahasiswa yang saat ini menjalankan perkuliahan statusnya belum jelas. Ia mengkhawatirkan, jika akreditasi itu tidak segera diselesaikan, akan berdampak buruk terhadap status mahasiswa.

“Kalau belum terakreditasi data kami tidak terdaftar di Forlap Dikti. Artinya jika tidak terdaftar di Forlap Dikti, nanti status kami mahasiswa ilegal,” katanya.

Tak hanya itu, kata dia, kebijakan yang dikeluarkan pihak kampus mengenai pembiayaan perkuliahan tidak menyesuaikan dengan kondisi pandemi covid-19 saat ini. Karena pihak kampus selalu menerapkan pembiayaan yang normal terhadap Mahasiswa.

“Perlu diketahui dengan adanya pandemi covis-19, semua masyarakat terkena dampaknya. Kami ingin ada keringanan biaya kuliah dari kampus, sebab ekonomi orang tua kami menurun selama pandemi covid-19,” ujarnya.

Sella juga menilai, pengangkatan Pjs Ketua BEM Kampus tidak sesuai dengan AD/ART Organisasi Kemahasiswaan. Harusnya, kata dia, Pjs BEM itu dilakukan melalui musyawarah Organisasi Mahasiswa, tapi yang saat ini terjadi dilakukan langsung oleh pihak kampus.

“BEM itu dari mahasiswa oleh mahasiswa untuk mahasiswa. Bukan ditetapkan langsung pihak kampus. Kami minta pihak kampus mencabut SK Pjs Ketua BEM,” tegasnya.

Sementara, Humas Kampus Unma Pandeglang, Eva Sutihat menyebut, sebetulnya bukan tidak terakreditasi, tapi sebagian Prodi masih dalam proses akreditasi. Bahkan sebagian sudah ada yang terkareditasi.

“Kami sedang melakukan proses menuju akreditasi sejumlah Prodi yang belum terkareditasi. Tapi sebagian Prodi sudah ada yang selesai, dan yang belum masih berproses,” imbuhnya.

Saat ditanya, bagaimana mekanisme pengangkatan Pjs BEM Unma, ia mengaku, karena Ketua BEM terdahulu masanya sudah habis, dan belum dilakukan pemilihan ulang, maka pihak kampus melalui bidang Kemahasiswaan mengangkat Pjs BEM.

“Saya rasa tidak ada yang salah dalam proses pengangkatan Pjs BEM. Karena BEM yang dulu masa jabatannya sudah habis, dan pihak kampus melalui bidang Kemahasiswaan mengangkat Pjs,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.