Kampung Markisa Kini Telah Dilengkapi IPAL

oleh -
ASRI : Kampung Markisa di RW 02 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, kota Tangerang terlihat asri berkat konsep kampung tematik yang digalakan Pemkot Tangerang.

REDAKSI24.COM—Dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan lingkungan termasuk pencemaran air bersih, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melengkapi Kampung Markisa di RW 02 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dengan IPAL tersebut, air limbah rumah tangga warga bisa dipergunakan kembali untuk berbagai keperluan kecuali untuk dikonsumsi.

Ketua RW 02 Kelurahan Pasar Baru, Ali Nurdin, menjelaskan IPAL yang dibangun, menyambungkan saluran pembuangan air limbah rumah tangga warga Kampung Markisa ke penampung air. Air kemudian akan diproses melalui alat pengolahan air.

“Warga dapat memanfaatkan kembali air yang telah diolah di IPAL untuk menyiram tanaman, dan lainnya, apalagi disini banyak sekali tanaman penghijauan,” ujarnya.

 Lanjutnya, IPAL bermanfaat dalam mengatasi pencemaran air tanah dan menjaga kebersihan lingkungan. Air limbah yang dihasilkan dari rumah tangga pun langsung mengalir ke IPAL sehingga tak menggenangi saluran- saluran air di lingkungan.

Selain itu, kehadiran IPAL membangun kepedulian warga dalam menjaga lingkungan serta efisien dalam pemakaian air bersih.

“Warga pun dapat menghemat penggunaan air bersih,” kata dia.

Sebelumnya Kampung Markisa masuk menjadi nominator dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) dengan nominasi Destinasi Wisata Kreatif Terpopuler 2019. API sendiri adalah suatu ajang atau kompetisi pariwisata terpopuler Indonesia yang dihelat setiap tahun. Kegiatan ini dilaksanakan dan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Kampung Markisa  yang  diresmikan oleh Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah pada tahun 2018 dibentuk sebagai upaya untuk melibatkan masyarakat dalam pembangunan. Arief berharap aktivitas ideal di lingkungan terbangun seperti adanya kegiatan keagamaan, kegiatan bermain anak, kegiatan usaha asli masyarakat, kegiatan kepemudaan, kegiatan pendidikan luar sekolah, kegiatan kebudayaan dan kegiatan olahraga. (Ifk/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *