Kalung Aromaterapi Dari Kementan Yang Diklaim Bisa Obati Covid-19, Harus Diuji Secara Ilmiah

  • Whatsapp
Penemuan kalung obat Covid-19.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Penemuan obat berupa minyak atsari Ecalyptus yang diklaim mampu melawan pandemi virus Corona (Covid-19) nyatanya belum diuji publik.

Anggota Komisi IV DPR RI, Hamid Noor Yasin menegaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) yang merilis temuan tersebut mampu membunuh virus Corona 80 hingga 100 persen, harus segera lakukan uji ilmiah dan publik.

Bacaan Lainnya

Hamid, dalam keterangan pers, Senin (6/7/2020), menuturkan dapat penjelasan terkait obat tersebut dari Kementan. Minyak atsiri Eucalyptus adalah produk yang efektif, efisien, serta murah untuk lawan corona. Eucalyptus mengandung 1,8 cineole yang mampu membunuh virus corona 80-100 persen, hal tersebut sudah diuji di Lab. Biosecurity Level 3 Kementan.

Sebaiknya, sebelum temuan tersebut dirilis ke publik, Kementan segera lakukan uji ilmiah dan uji publik yang paten. Apabila penemuan kalung aromaterapi dari Kementan dikatakan obat, maka harus melalui tahap uji klinis kepada manusia sesuai dengan prosedurnya.

“Kementan terlalu terburu-buru dalam merilis produk kalung aromaterapi yang masih tergolong jamu dan bukan obat. Yang jadi persoalan, temuan tersebut sudah diklaim dapat sembuhkan Covid-19, namun tanpa ada penjelasan memadai, sehingga banyak pihak akan menyangka itu adalah jimat atau klenik,” kata legislator dapil Jawa Tengah IV tersebut.

BACA JUGA: Anggota DPR RI Ananta Wahana Ajak Umat Beragama di Tangerang Berdoa Bersama Atasi Covid-19

 Segala tindakan penyembuhan penyakit, ditegaskan Hamid, harus ketat dalam persoalan ilmiah dan uji klinisnya. Segala asumsi dan uji coba empirik yang tak banyak dilakukan hanya akan membuat gaduh.

Upaya pemerintah yang sudah bekerja keras guna mengendalikan virus corona dengan temuan berbagai produk baik obat maupun jamu sangat disayangkan oleh Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. Pasalnya, pemerintah tidak melakukan penjelasan dan komunikasi publik yang baik, sehingga menimbulkan keributan di mana-mana.

“Saya sangat mengapresiasi upaya berbagai lembaga lakukan pencarian dan temuan produk obat maupun metode guna kendalikan virus Corona. Akan tetapi semua uji ilmiah beserta penjelasannya harus dilakukan secara seksama agar tidak menimbulkan kontroversi. Seluruh temuan yang tidak melalui uji klinis akan berhadapan dengan perusahaan farmasi besar serta kode etik kedokteran,” tutur Hamid.

Langkah Kementan memang harus mendapatkan dukungan dalam upaya temukan produk penyembuh yang berasal dari dalam negeri. Tetapi dukungan pemenuhan standar dan prosedur harus dilalui dahulu, baru kemudian merilis produk.(Agung/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.