Kali Pertama Mahasiwa UIN SMH Banten Lulus Ujian Skripsi Via Daring

  • Whatsapp
skripsi online
Salah satu Mahasiswa UIN SMH Banten mengikuti sidang skripsi secara online.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Tidak hanya pembelajaran jarak jauh, sejumlah universitas juga telah melakukan sidang skripsi secara online atau daring (dalam jaringan) sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona atau covid-19.

Hal tersebut juga yang dilakukan Program Study (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Kota Serang.  Kampus tersebut untuk pertama kalinya mengadakan ujian sidang skripsi secara online atau daring tahun 2020 ini.

Bacaan Lainnya

Seorang mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah, UIN SMH, Yanarto Hidayat mengaku menjadi salah satu mahasiswa yang berhasil lulus ujian skripsi melalui mekanisme daring. Sidang skripsi daring dijalaninya pada Rabu (3/6/2020) dengan mengunakan aplikasi zoom.

“Alhamdulilah lulus. Pada Rabu menggunakan aplikasi zoom,” katanya kepada Redaksi24.com, Minggu (7/6/2020).

Menurut Yunarto sidang dengan via zoom tersebut cukup efektif. Meski demikian, kata dia, mungkin tidak seefektif sidang skripsi secara offline yang biasa dilaksanakan universitas pada umumnya sebelum adanya pandemi virus corona atau covid-19. “Namanya juga daring, tidak umum layaknya sidang,” imbuhnya.

Yunarto menjalani sidang skripsi selama kurang lebih 1 jam. Efektivitas dirasakan Yunarto dalam hal penggunaan waktu selama sidang skripsi. Dia menceritakan, pertama pembukaan secara bersamaan, sekitar pukul 07.30 WIB, kemudian disambung ke peserta, karena dijadwalkan masing-masing mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.

“Saya terakhir, kurang lebih per mahasiswa 1 jam jatah waktu yang disediakan. Sesi sidangnya itu, dari pemaparan materi abstrak, setelah itu langsung ke dewan penguji,” sambungnya.

Sidang skripsi yang diikuti Yunarto mahasiwa semester 10 itu melibatkan 2 dosen penguji. Ia mengaku walapun ujian secara daring, namun semua kegiatan ujian disesuaikan dengan tata tertib sidang. Para mahasiswa menggunakan atribut lengkap seperti menggunakan jas almamater, kemeja putih, dan dasi.

“Iya tetap kami pakai pakaian biasa (seperti sidang pada umumnya),” tuturnya.

Hal sama juga dikatakan, Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HTN), Fakultas Syariah, UIN SMH Banten Semester 10, Muhammad Jejen. Menurutnya, persiapan menghadapi sidang skripsi itu hampir sama dengan sidang offline, hanya saja semua serba daring.

“Namun ketegangan saat sidang agak berkurang, tempatnya kita yang tentukan,” ungkapnya.

Dengan ujian skripsi itu, Jejen mengungkapkan, punya pengalaman tersendiri, karena merasakan sidang skripsi dengan mikanisme daring. Ia juga berpesan kepada yang akan melaksanakan sidang skripsi via daring yang belum melaksanakannya untuk memastikan koneksi internet lancar.

“Kalau perlu diujicoba dulu sebelum melaksanakan sidang, supaya lancar saat pelaksaan,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.