Kali Mookervart Tercemar Limbah, Banksasuci Minta Perusahaan Sumber Pencemaran Dipidanakan

oleh -
Kali Mookervart Tercemar Limbah, Banksasuci Minta Perusahaan Sumber Pencemaran Dipidanakan 
Kali Mookervart

KOTA TANGERANG,REDASI24.COM–Kali Mookervart yang diduga tercemar limbah berwarna merah pekat viral dan menjadi perhatian publik setelah di-posting oleh sejumlah sosial media. 

“Begitu melihat Postingan, saya langsung ke lokasi dan menjumpai masyarakat sekitar, berdasarkan keterangan masyarakat limbah tersebut diduga mulai mencemari aliran Kali Mookervart  sejak Rabu 16 Juni berwarna pekat merah hingga hari ini 17 Juni 2021 sudah menjadi hitam pekat,” ujar Aktivis Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Ade Yunus 

Ade yang juga Direktur Banksasuci Foundation, mengatakan bahwa lokasi tersebut berada di bawah Jembatan Merah Poris Gaga Baru, Kecamatan Batuceper.

BACA JUGA: Banksasuci Yakinkan Ibu-ibu PKK Jika Sampah Punya Potensi Ekonomi di Masa Pandemi

“Sumber pencemaran diduga dari aliran yang bersumber dari salah satu industri di Jalan Pembangunan 1,” tambah Ade saat dimintai keterangan, Kamis (17/6/2021).

Ade menyebutkan, tim dari Dinas Lingkungan Hidup telah mengambil sampel air untuk dilakukan pemeriksaan.

BACA JUGA: Jumlah COVID-19 Naik, Wali Kota Tangerang Kumpulkan Camat, Lurah Untuk Tingkatkan Prokes

Ade meminta Dinas LH untuk segera menindaklanjuti dan memberikan tindakan yang tegas terhadap perusahaan yang lalai sehingga menjadi efek jera.

“Industri yang sengaja membuang limbah tanpa diolah ke sungai sudah masuk tindakan pidana. Bahkan, bisa dianggap kejahatan luar biasa karena mencemari lingkungan,” tegas Aktivis Lingkungan Hidup itu.

BACA JUGA: Antisipasi Kebakaran di TPA, DLH Kota Tangerang Imbau Tidak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Berdasarkan peristiwa tersebut, Ade menegaskan, ada beberapa ancaman pidana terhadap pencemar lingkungan menurut UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) tahun 2009. 

“Jika perusahaan tersebut sengaja membuang limbah ke sungai maka diancam pidana berdasarkan Pasal 60 jo. Pasal 104 UU PPLH,” tegasnya.

Dalam bunyi Pasal 60 UU PPLH, Ade menyatakan, setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin.

“Selain itu dalam Pasal 104 UU PPLH, setiap orang yang melakukan dumping limbah dan atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah),” terangnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.