Kali Brantas Meluap, Empat Desa di Gresik Jatim Tergenang

  • Whatsapp
Empat desa di Gresik Jatim dilanda Banjir.

GRESIK, REDAKSI24.COM– Meluapnya Kali Brantas di Kabupaten Gresik, Jawa Timur mengakibatkan empat desa di daerah tersebut tergenang air hingga ketinggian mencapai 60 cm. Keempat  Desa tersebut yakni,  Driyorejo, Krikilan, Bambe dan Cangkir.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Jumat (8/1/2021), empat desa yang terendam itu berada di dekat bantaran kali Brantas. Dengan ketinggian air sekira 40-60 cm.

Bacaan Lainnya

Warga Dusun Semambung, Indra mengatakan banjir mulai datang pada Kamis (7/1) kemarin dan merendam rumahnya sekitar pukul 23.30 WIB, hingga sampai ketinggian sekitar 50 cm.

Ia mengatakan banjir yang masuk rumah memaksanya memindahkan perabotan rumah tangga mulai kursi hingga kasur ke lokasi yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah warga di Madiun Terendam Banjir

Sementara Mujiono, warga terdampak banjir di Desa Bambe mencatat ada tiga dusun yang terdampak banjir luapan Kali Brantas, yakni Dusun Bambe, Sarirejo dan Ngambar dengan ketinggian air sekitar 60 cm.

“Kalau di kampung baru ketinggian air masih 60 sentimeter ke atas. Di Sarirejo juga sama, bahkan ada yang lebih dalam lagi, di Dusun Ngambar juga rata-rata hampir sama,” katanya.

Akibat banjir tersebut, tercatat ratusan rumah terendam dan sedikitnya 350 kepala keluarga terdampak, serta mengungsi ke tempat yang telah disiapkan oleh pihak desa, yakni di Gedung Serba Guna di Balai Dusun.

BACA JUGA: Sungai Cidurian Meluap, Ratusan Rumah di Cisoka Terendam Banjir, Puluhan Warga Terjebak

Ketua LSM Front Pembela Suara Rakyat (FPSR), Aries Gunawan mengatakan banjir yang melanda di Kecamatan Driyorejo diduga akibat saluran kali yang tersumbat sebuah bangunan di Desa Krikilan yang mengakibatkan arus air tidak lancar.

“Ada namanya Kali Avour dan selama ini kali itu tidak ada yang membersihkan,” katanya. Karena itu, ia berharap adanya  normalisasi dari hulu Desa Banjaran hingga hilir di  Desa Bambe.

“Dulu luas Kali Avour 8 meter, sekarang sudah terjadi pendangkalan dan semakin lama semakin sempit,” katanya.(Malik/Ant/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.