‘Kakek Cangkul’ Gagahi ABG di Solear Hingga Hamil 5 Bulan.

  • Whatsapp
Kakek Cangkul solear

KABUPATEN TANGERANG,REDASI24.COM–SR (75 tahun) seorang petani di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten tega mencabuli Bunga (bukan nama sebenarnya) seorang pelajar yang masih duduk di bangku SMP. Bahkan akibat perbuatannya tersebut kini ABG (Anak Baru Gede) tersebut hamil lima bulan.

Kepada korban, SR mengiming-imingi uang dan mengancam korban melayani nafsu bejatnya. Korban digiring ke gubuk tengah kebun di depan rumah pelaku sambil diancam akan dibunuh dengan menggunakan  cangkul.

Bacaan Lainnya

“Keponakan saya diancam pakai cangkul, sambil bilang ‘kalau bilang keluarga saya cangkul sampai mati’,” kata AD, kerabat korban kepada, Senin (25/1/2021).

Kejadian tersebut kembali terulang. Korban masih takut untuk bercerita. Setiap kali melihat korban, pelaku mengambil kesempatan membawa korban ke kebun untuk dicabuli.

Setelah berlangsung sejak Agustus 2020, orangtua korban akhirnya curiga. Sebab putrinya tidak pernah meminta uang untuk membeli pembalut. 

“Anaknya (korban) masih sangat polos. Ibunya nanya kenapa nggak pernah minta uang untuk beli pembalut. Dia bilang kalau nggak pernah menstruasi. Dari situ orangtuanya sadar kalau korban hamil,” kata kerabat korban.

Mengetahui hal itu, keluarga korban marah atas perbuatan bejat SR. Keluarga korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Cisoka pada Senin (18/1/2021) namun pihak kepolisian beralasan tidak bisa menerima laporan karena tidak memiliki Unit Perlindungan Perempuan dan Anak dan menyarankan agar melaporkan ke tingkat Polresta Tangerang.

Malamnya, warga memutuskan untuk menjemput pelaku dari rumahnya. 

“Warga sudah tidak sabar, kami putuskan daripada dibakar warga kita amankan, akhirnya kami jemput ke rumah pelaku dan bawa ke Polresta Tangerang. Namanya keluarga emosi ada pemukulan,” ujarnya.

Setelah diamankan, pelaku SR konon ditempatkan ke tempat tahanan titipan di Mapolsek Kresek, Tangerang. 

“Saya juga bingung kok ditempatkan di Kresek, pihak kepolisian di tempat penitipan sementara,” paparnya.(Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.