Kadinkes Kota Tangerang Siap Menerima Sanksi

  • Whatsapp
Puskesmas Cikokol Kota Tangerang

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang merevisi standar operasional prosedur (SOP) penggunaan ambulance. Hal itu dilakukan pasca terjadinya peristiwa warga yang membopong korban tenggelam lantaran ambulance yang berada di Puskesmas Cikokol tidak bisa digunakan untuk membawa jenazah.

“Kami sudah merevisi SOP itu dan mulai hari ini, Senin (26/9/2019) sudah bisa diberlakukan,” kata kepala Dinas Kota Tangerang, Liza Puspita Dewi, Senin (26/8/2019).

Bacaan Lainnya

Hasil dari revisi itu, katanya, lansung disosialisasikan ke semua puskesmas yang tersebar di Kota Tangerang. Dengan tujuan supayab peristiwa dibopongnya jenazah Muhammad Husein (8) tidak terulang.
‘Ini harus dijadikan pelajaran. Jangan sampai peristiwa yang menimpa korban tenggelam itu terulang lagi,” kata Liza.

BACA JUGA :

Astagfirullah, Puskesmas di Kota Tangerang Tolak Pinjamkan Ambulance untuk Antar Jenazah Bocah Korban Tenggelam

Ketua DPRD Ngaku Prihatin, Wali Kota Tangerang Sebut Sesuai SOP

Dua Bocah Tenggelam di Sungai Cisadane

Disinggung soal adanya peristiwa yang memilukan itu, Liza menjelaskan, pihaknya siap menerima sanksi dalam bentuk apapun, terkait penolakan pelayanan ambulance karena terbentur SOP. Dan kini, kata dia, masalah penolakan penggunaan ambulance terhadap Muhammad Husen yang tewas tenggelam di Sungai Cisadane itu dalam pemeriksaan Inspektorat.

Sementara itu Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Tangerang, Sudarto mengatakan, berdasarkan SOP yang ada sekarang, ambulan di masing-masing Puskesmas sudah bisa mengantar pasien yang meninggal dunia hingga ke rumah duka.

“Sekarang pelayanan ambulance ini tidak hanya untuk mengangkut pasien yang sakit. Melainkan juga untuk pasien yang meninggal,” kata dia.(Agus/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.