Kadinkes Cilegon Sebut Hasil Reaktif Bukan Berarti Positif Covid-19

  • Whatsapp
rapid tes
Kepala Dinkes Kota Cilegon, Arriadna.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, dr Arriadna  menyebut, hasil rapid tes  reaktif bukan berarti positif Corona virus disease atau Covid-19.

“Berdasarkan hasil rapid tes 1 orang reaktif, ini bukan berarti positif Covid-19,” kata dr Arriadna saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2020).

Bacaan Lainnya

Ia juga menyampaikan, rapid tes merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi tubuh untuk melawan Covid-19. Artinya antibodi ini akan dibentuk tubuh bila ada paparan Covid-19.

“Jadi rapid tes di hanyalah sebagai pemeriksaan skrining bukan untuk mendiagnosa infeksi Covid-19. Yang dapat memastikan apakah seseorang reaktif terinfeksi Covid-19 adalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR),” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, prosedur pemeriksaan rapid tes dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid tes. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

“Hasil reaktif dalam tubuh bisa saja mendapatkan hasil rapid tes karena virus lain, makanya hasil reaktif harus dikonfirmasi dengan tes PCR apakah betul-betul berkaitan dengan virus Covid-19,” tegasnya.

BACA JUGA:

. Hasil Rapid Tes, 1 Warga Kota Cilegon Reakif Covid-19

. 529 Warga Pulomerak Cilegon Terima Bantuan dari Pemerintah Pusat

. Warga Cilegon Diimbau Agar Laksanakan Ibadah Ramadan di Rumah

Selain itu, ia juga berpesan bila muncul gejala Covid-19, seperti batuk, demam, suara serak, dan sesak napas, masyarakat segera menghubungi fasilitas kesehatan atau tim Gugus Tugas Covid-19 untuk mendapatkan pemeriksaan.

“Masyarakat tidak perlu takut, apalagi khawatir. Harus jujur untuk keselamatan bersama,” tutupnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.