Kadin PB Minta Jaksa Kawal Proses Lelang Proyek di ULP Pandeglang

  • Whatsapp
proyek puskesmas
Ketua KAdin PB Kabupaten Pandeglang, Rd Deden Hertandi.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kamar Dagang dan Industri Paradigma Baru (Kadin PB) Kabupaten Pandeglang, meminta kepada Aparat Penegah Hukum (APH) mengawal proses lelang proyek di ULP Pandeglang. Permintaan itu disampaikan Kadin PB untuk menghindari adanya pengondisian pemenang lelang.

Ketua Kadin PB Pandeglang, Rd Deden Hertandi mengatakan, setelah adanya dugaan pengondisian pemenang proyek, pihaknya meminta aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang untuk mengawasi proses lelang proyek di ULP.

Bacaan Lainnya

“Kami minta proses lelang proyek ada pengawasan dari APH. Agar proses lelang transparan dan profesional,” ungkapnya, Rabu (27/5/2020).

Lanjut Deden, pihaknya menduga ada monopoli terhadap lima paket proyek pekerjaan pembangunan Puskesmas dengan nilai keseluruhan sekitar Rp30 miliar. Ia mencium ada aroma tidak beres dalam proses lelang kelima paket proyek tersebut. Pihaknya menduga pemenang tender sudah dikondisikan. Selain itu, ada tahapan lelang yang tidak ditempuh ULP.

“Calon pemenang yang diundang untuk pembuktian diduga sudah dikondisikan sejak awal. Makanya kami minta proses lelang diawasi APH,” tegasnya.

Pihaknya juga menduga, praktik yang terjadi di ULP Pandeglang tidak terlepas dari aktor intelektual. Sebab, kata dia, Pokja ULP tidak akan bertindak seperti itu tanpa ada instruksi dari aktor intelektualnya.

“Bisa saya katakan Pokja itu tidak lebih dari boneka dan ini (monopoli proyek) yang sistematis,” katanya.

Ketua Kadin PB itu juga mendesak ULP Pandeglang untuk bekerja sesuai prosedur, teliti terhadap setiap dokumen yang diunggah peserta lelang dan yang tidak kalah penting adalah on the spot atau pengecekan lapangan.

“Dari hasil kesepakatan bersama Kepala ULP Pandeglang, janji proses lelang lima proyek Puskesmas bakal dievaluasi. Maka kami minta ULP bekerja profesional dan transparan,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.