Kades Tipar Sebut Ada yang Komersilkan Sampah Pasar Jambe

oleh -
Kades Tipar Sebut Ada yang Komersilkan Sampah Pasar Jambe
Lala berkomentar, persoalan sampah merupakan hal yang sangat serius yang harus ditangani. Menurutnya, perlu keterlibatan pemerintah daerah untuk mengatasi sampah dari hulu ke hilir.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Kepala Desa (Kades) Tipar, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, Lala Sutawijaya mengatakan, sampah yang menggunung hingga ratusan ton di dalam pasar modern Jambe bukan sembarang sampah.

“Itu bukan sampah liar, pasti ada yang mengelolanya, ada yang mengomersilkannya,” imbuh Lala Sutawijaya saat menggelar inspeksi mendadak (SIdak) ke pasar modern Jambe yang terbengkalai, Senin (25/7/2022).

Lala berkomentar, persoalan sampah merupakan hal yang sangat serius yang harus ditangani. Menurutnya, perlu keterlibatan pemerintah daerah untuk mengatasi sampah dari hulu ke hilir.

“Harus sinkron satu visi dan misi dalam pengentasan sampah. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) pemerintah daerah Kabupaten Tangerang,” ujar Lala.

BACA JUGA: Terbengkalai, Pasar Modern Jambe Jadi Tempat Sampah

Menurutnya, pertumbuhan perumahan yang rata-rata tidak menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, menjadi penyumbang sampah terbesar bagi lingkungan.

Kades Tipar menyebut permasalahan sampah khususnya di Kecamatan Jambe, banyak faktor pemicunya. Diantaranya kata Lala, rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Banyak yang masih buang sampah sembarangan, ada sampah yang lama terurai yang non organik serta kurangnya upaya daur ulang pada pengolahan sampah organik serta tidak tersedianya tempat pembuangan sampah sementara,” ujarnya.

Dia menyarankan agar ada pelatihan atau inovasi baru dalam pengelolaan sampah yang dialkukan secara kontinyu melalui dinas terkait.

BACA JUGA: Kadis DLHK Kabupaten Tangerang Sebut Sampah di Pasar Jambe Liar

Terkait pengelolaan sampah, sambung Kades dua periode ini, di Desa Tipar saat ini tengah menjalankan program kampung iklim (Proklim).

“Di Desa Tipar ada program kampung iklim, baru merangkak, semoga jadi solusi untuk mengatasi sampah,” tandasnya.(Burhan/Difa)