Kades Jeungjing Disebut Penanggungjawab Galian Tanah Ilegal

oleh -
Kades Jeungjing Disebut Penanggungjawab Galian Tanah Ilegal
Heru mengungkapkan, praktik penambangan tanah yang diduga ilegal itu, sudah berlangsung selama satu bulan.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pengelola galian tanah di Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, Heru menyebut Nurlaela selaku kepala desa (Kades) setempat sebagai penanggung jawab aktivitas pertambangan ilegal tersebut.

Heru mengungkapkan, praktik penambangan tanah yang diduga ilegal itu, sudah berlangsung selama satu bulan. Lahan seluas dua hektar tersebut sedianya akan diperuntukkan untuk lahan pertanian.

Namun, kata Heru, oleh Kades Jeungjing, lahan tersebut justru digunakan untuk aktivitas galian C.

“Ia ini mah proyek Kades (Jeungjing), lahannya buat pertanian,” katanya kepada wartawan Selasa, (25/5/2022).

BACA JUGA: Kades Jeungjing Diduga Lakukan Praktik Galian Tanah Ilegal

Heru menjelaskan, tanah hasil galian sedalam 50 hingga 70 CM lebih tersebut kemudian dijual dengan harga Rp120 ribu per truk kepada para penampung.

“Sudah ada yang pesan ke kami. Satu truk itu harganya 120 ribu (rupiah), itu juga gak sama semua jumlah yang disetorin,” jelasnya.

Heru mengatakan, pemilik lahan yang dijadikan area pertambangan tanah tersebut telah meninggal dunia. Karena tidak terawat, lahan tersebut menjadi tempat pembuangan sampah liar.

Atas kondisi itu, menurut Heru, aparatur desa berinisiatif untuk memanfaatkan lahan tidur tersebut menjadi lahan pertanian.

“Rencana akan diturunkan lagi eksavator untuk angkut tanah. Sewa alat berat itu satu jam 130 ribu (rupiah),” tandasnya.(Deri/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.