Kades di Pandeglang Pertanyakan Dana Covid-19 Hasil Pemangkasan APBDes

  • Whatsapp
dana covid-19 pandeglang
Ilustrasi - Dana Desa juga dipangkas untuk penanganan Covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Pandeglang, mempertanyakan alokasi dana penanggulangan covid-19 dari hasil pemangkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2020 oleh Pemda Pandeglang. Sebab hingga saat ini bantuan untuk warga terdampak covid-19 dari Pemkab Pandeglang tak kunnjung cair.

Seorang Kades di Pandeglang, Lamri mengatakan, untuk Anggaran Dasar Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) telah dilakukan pemangkasan. Seperti ADD tahun ini dipangkas pemerintah sebesar Rp30 juta, dengan alasan untuk penanggulangan covid-19.

Bacaan Lainnya

Tetapi, kata dia, bantuan untuk warga terdampak covid-19 dari Pemkab Pandeglang hingga saat ini belum ada. Karena bantuan seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diterima sejumlah warganya, baru dari pemerintah pusat, provinsi dan dana desa.

“ADD dipangkas Rp30 juta tiap desa, alasannya untuk penanggulangan covid-19. Tapi bantuan bagi warga terdampak covid-19 baru dari pusat, Pemprov Baten dan DD. Sementara dari Pemkab Pandeglang belum ada,” ungkapnya, Kamis (25/6/2020).

BACA JUGA: Final Refocusing, Dana Penanggulangan Covid-19 Pandeglang Rp135 Miliar

Hal yang sama dikatakan seorang Sekretaris Desa (Sekdes) di Pandeglang, Sumardi mengakui telah dilakukan pemangkasan APBDes untuk penanggulangan covid-19. Tapi kata dia, bantuan yang baru diterima sebagian warganya baru dari DD, Pemprov dan pusat.

“Sudah sejak dulu ADD dipangkas sebesar Rp30 juta. Bahkan yang terkena imbas dari pemangkasan itu gaji kami dan Kades,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan membenarkan, APBDes telah dipangkas, baik dari ADD maupun DD dengan rincian ADD sebesar Rp30 juta dan DD dipangkas Rp20 jutaan.

“Pemotongannya itu langsung dilakukan pemerintah pusat, karena dikurangi secara otomatis. Artinya transfer ke daerah dikurangi,” imbuhnya.

Menurutnya, pemangkasan APBdes oleh pemerintah pusat itu untuk penanggulangan covid-19. Dan dana itu sudah dialokasikan pemerintah pusat melalui program BST, karena dana BST yang disalurkan pusat itu dari anggaran daerah juga seperti DD dan ADD.

“BST dari pusat itu dananya dari desa juga, karena transfer ke daerah langsung dikurangi. Jadi pemangkasan DD dan ADD itu digunakan untuk Bansos seperti BST,” ujarnya.

BACA JUGA: Di Pandeglang, Dua Orang Dalam Satu Rumah Positif Covid-19

Saat ditanya apakah desa tidak mengetahui kalau DD dan ADD yang dipangkas itu sudah dialokasikan melaui BST Pemerintah Pusat, Doni mengaku, memang pemangkasan APBDes itu dilakukan secara mendadak dan cepat, karena untuk penanggulangan covid-19, sehingga pihaknya tidak sempat sosialisasi kepada para Kades.

“Kami hanya memberikan informasi kepada Kades yang datang ke kantor. Sehingga informasi ke desa itu tidak maksimal,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.