Kades di Pandeglang Ngaku Dilema dengan BLT Rp600 Ribu Per KK

  • Whatsapp
dana desa
Skema pemberian bantuan langsung tunai bagi warga terdampak covid-19 dari kementerian desa tertinggal.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah Kepala Desa (Kades) di Pandeglang mengaku merasa dilema dalam menganggarkan dana desa untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga terdampak covid-19. Pasalnya, alokasi dana desa nominalnya ditetapkan sebesar Rp600 ribu per Kepala Keluarga (KK).

Timbulnya sikap dilematis bagi Kades terhadap besaran dana BLT tersebut, lantaran akan masih banyaknya warga calon penerima BLT yang tidak akan tercover dalam program tersebut, sehingga para kades Khawatir akan menimbulkan  kecemburuan sosial dan konflik baru dimasyarakat.

Bacaan Lainnya

Seperti yang disampaikan Kepala Desa (Kades) Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Ibnu Hajar, di desanya ada sebanyak 680 KK yang sudah didata sebagai calon penerima BLT. Sementara, anggaran DD yang akan dialokasikan untuk BLT sebesar 30 persen.

“Jika dikalkulasikan dana BLT sebesar Rp 600 ribu dan calon penerima sebanyak 680, yang tercover hanya sebanyak 150 KK. Sebagian besar warga calon penerima bantuan tidak kebagian,” ungkap Ibnu melalui sambungan teleponnya, Minggu (19/4/2020).

Dikatakannya, jumlah calon penerima BLT yang sudah didatanya saat ini, tidak termasuk warga yang sudah menerima bantuan sosial lainnya, seperti PKH dan BPNT dan juga diluar warga yang tergolong mampu.

“Kalau jumlahnya sebesar Rp600 ribu per KK, di desa saya yang bisa tercover BLT hanya sebanyak 150 KK dari jumlah calon penerima sebanyak 680. Data sebanyak itupun sudah hasil verifikasi, artinya diluar penerima bantuan sosial yang lain,” katanya.

Ketua Apdesi Pandeglang itu juga mengaku, bukan tidak setuju terhadap peraturan pemerintah terkait pengalokasian BLT dari DD untuk penanggulangan dampak covid-19 tersebut. Akan tetapi, besaran anggaran BLT yang akan disalurkan kepada warga terdampak covid-19 harusnya kurang dari Rp 600 ribu. Menurut dia, ideal nominalnya sebesar Rp200 ribu, sehingga bisa mengcover semua warga.

“Kami sama sekali tidak merasa keberatan ataupun tidak setuju. Tapi kami harap aturan itu bisa fleksibel. Artinya bisa disesuaikan dengan kondisi dmasing-masing desa,” ujarnya.

Lanjut Ibnu, tidak hanya di desanya yang berpotensi timbul masalah baru terkait besaran dana BLT yang harus dialokasikan dari DD, desa lainpun di Pandeglang bisa terjadi seperti itu, karena pihaknya juga sudah banyak menerima keluhan dari Kades lain.

“Para Kades banyak yang ngadu ke saya terkait masalah ini, karena masalahnya sama seperti di desa saya jika besaran BLT harus tetap Rp600 per calon penerima manfaat,” tuturnya.

Saat ditanya apakah pihaknya sudah pernah mengadukan hal itu kepada DPMPD Pandeglang. Ibnu mengaku sudah pernah mengkoordinasikan terkait persoalan di lapangan kepada Kepala DPMPD Pandeglang. Namun belum ada tanggapan yang jelas.

Karena itu, pihaknya bersama kades yang lain masih menunggu apakah dana BLT itu bisa dikurangi dari Rp 600 ribu atau tidak. “Kami hanya ingin tidak ada kecemburuan sosial atau konflik baru dimasyarakat. Karena jika dana BLT itu harus Rp 600 ribu per calon penerima manfaat, tentu tidak akan tercover semua. Tapi jika Rp200 bisa terpenuhi semua,” tambahnya.

BACA JUGA:

. Desa di Pandeglang Wajib Alokasikan Dana Bagi Warga Terdampak Covid-19

. Terdampak Covid-19, Belasan Proyek Jembatan dan Jalan di Pandeglang Ditunda

. Warga Empat Kecamatan di Pandeglang Jalani Karantina Mandiri

Saat ditanya lagi, sesuai pernyataan Kepala DPMPD Pandeglang, Doni Hermawan, bahwa Kades bisa menambah lagi alokasi dana BLT dari DD jika dana BLT itu masih tidak cukup. Ibnu juga mengaku, meskipun pihaknya menaikan persentase dari DD untuk BLT tersebut, tetap tidak akan cukup. Sebab warga yang perlu dibantu melalui BLT di desanya itu cukup banyak, dan hal itu juga terjadi di desa lain.

“Desa saya mengalokaiskan BLT dari DD itu 35 persen, meskipun ditambah tetap masih tidak akan cukup. Tapi jika nilai BLT itu dikurangi dari Rp600 ribu, kemungkinan warga calon penerima BLT itu akan tercover semua,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.